Monday, July 13, 2020

Janji TUHAN, Ya dan Amin! ⭐⭐


Janji yang Manis, Kau Tak Kulupakan. Tak terombang ambing, lagi jiwaku.
Walau lembah hidupku penuh awan. Nanti 'kan cerahlah langit di atasku ๐ŸŽถ

Salam sehat dan tetap semangat.

Ada 5 janji Tuhan di Alkitab, yang saya kira relevan untuk renungkan dan pegang.

Utamanya di masa covid, isu covid, yang belum juga mereda.

Tapi kita yakin percaya seyogianya Tuhan (masih) mengontrol keadaan. Dunia, termasuk Indonesia pun, ada dalam kontrolNya.

Berkat di masa pandemi?
Why not.

5 janji Tuhan menjadi pesan penting kehidupan kita sekarang, dimana segenapnya tertulis dalam Alkitab.

Ayat2 ini pula yang jadi rujukan Rev Morris Cerullo pada September 2019 lalu; untuk menyatakannya hari ini bagi kita di Indonesia.

๐Ÿ‘‰Pertama, God will be an enemy to your enemies. Bahwa Tuhan akan memusuhi lawan-lawanmu (Exodus/Keluaran 23:22).

๐Ÿ‘‰Kedua, God will be bless your daily provision. Tuhan akan memberkati (rejeki) makanan  atau perbekalan seharimu (Exodus/ Keluaran 23: 25).

๐Ÿ‘‰Ketiga, God will take sickness from you. Tuhan akan mengambil atau menyembuhkan penyakitmu (Exodus/Keluaran 23: 25).

๐Ÿ‘‰Keempat, God will prolong your days upon earth.Tuhan akan memberikan umur panjang di bumi yang dianugerahkan (Deuteronomy/Ulangan 4:40).

๐Ÿ‘‰Dan kelima, God will love, bless and multiply you. Bahwa Tuhan akan mengasihi, memberkatimu limpah melipat gandakanmu. (Deuteronomy/Ulangan 7: 13).

Musuh2 (enemies) dihadapi. Dark forces berikut anasirnya.
Pertempuran dengan musuh2 itu, bukan milik kita, tapi jadi pertempurannya Tuhan.
Rujukannya 2 Tawarikh 20.

Ketika Yosafat diserang oleh musuh2nya, Yosafat diam (hening) berlutut di hadapan Tuhan. Doa menaikkan pujian bagi Allah.

Kita tidak dapat melawan musuh2 yang bisa saja nampak besar yg menyerang kita. Apapun kesulitan, pergumulan, tantangan yg kita hadapi, kiranya Allah dalam Kristus sudah mendengar doa, menyertai, dan Dia yg bertempur buat kita dan memenangkannya

"Kau, tidak kan aku lupakan
Aku membimbingmu
Aku menolongmu
Kau, tidak kan aku lupakan
Aku penolongmu, yakinlah teguh."๐ŸŽต

Demikian firman Kristus bagi mereka yang memegang janji2Nya.

Kiranya Tuhan beserta kita.
May God bless Indonesia, tanah kita Nusantara jaya.

Hallelujah.

13 Juli 2020 ✝️๐ŸŒฟ๐Ÿ€
HMS :-)

Friday, July 10, 2020

Eulogi Bagimu: Isteriku, Kekasihku, Mom dari 3 Princess Kita.


Hari ini, 10 Juli 2020, isteriku engkau Maria Enice "Mercy" Simanjuntak berulang tahun. 
Tepat 60 tahun.

Perjalanan hidup yang sudah cukup jauh dilalui.
Aku telah mengenalmu hampir 39 tahun. 33 tahun bersama dalam perjalanan pernikahan. 

Ada melewati rerumputan, semak duri, batuan kerikil, ada pula padang berpasir (desert). Ada saat hadapi debur ombak, selat gelombang, ada hadapi sepoi angin kepulauan, juga badai angin yang riuh.

Namun semua terlalui dengan yang namanya berkat penyertaan Allah Bapa. Dalam God's plan tidak ada rancanganNya yang gagal, kekasihku.

Kini engkau, kita, berada di penghujung, tepian padang berpasir (desert). Siap masuki wilayah baru, siap sebrangi sungai baru, masuki kota baru. Mengantar, mentoring generasi baru masuki "Canaan baru", tetap kita lakukan.

What's the meaning of sixty, 60 years?

Ada 2 rujukan penting yang boleh saya utarakan.

Rujukan pertama, dari buku tulisan Pastor Robert Clinton, Bob Stone. Rujukan kedua dari tradisi Perjanjian Lama (PL) dhi kitab Yehezkiel.

Dari rujukan Pastor Clinton-Bob Stone, diilustrasi setidaknya ada 7 titik fase umur sbb 
๐Ÿ‘‡
10 tahun -  Fondasi kedaulatan hidup
20 tahun - Inner growth
30 tahun - Kedewasaan aktivitas (pelayanan)
40 tahun -Kedewasaan hidup
50 tahun - Konvergensi
60 Perayaan, bersinar, diistilahkan aglow
70 tahun - Finishing well

Link pdf wps officenya di : ๐Ÿ‘‰http://www.shorelinecc.com/s/Walking-Through-7-Life-PhasesLG2.pdf

Titik usia 60 tahun berada di titik umur perayaan, aglow; merayakan buah2 pelayanan, kehidupan, baik dari 'tuaian' langsung maupun tidak langsung. Mentoring lainnya tetap dilakukan.

Rujukan kedua dari tradisi PL. Kitab Yehezkiel 47: 1-12 khususnya 5 ayat pertama.  Mengilustrasi 4 fase hidup insan yang berada dalam aliran sungai kehidupan di Bait Suci. 

Fase 1 - Air setinggi pergelangan kaki.
Fase 2 - Air setinggi lutut.
Fase 3 - Air setinggi pinggang, badan
Fase 4 - Air setinggi kepala, bahkan melewati kepala; memungkinkan orang untuk berenang.

Satu fase tahapan generasi umumnya di tradisi Yahudi PL adalah 20 tahun. 

Boleh diartikan fase kehidupan 60 tahun, seperti orang berada di Fase 3 menuju ke 4. 
Alami air anugerah kehidupan bersama Allah mulai setinggi pinggang, badan orang hingga batas kepala, lewat kepala.

Hingga limpah anugerah, berenang di dalam kedalaman kasih karunia Allah, sampai jenjang akhir "Finishing well".

Seraya menggubah dan menyanyi lagu Eulogi Ulang Tahun (tergubah tahun lalu, 2019), kehaturkan eulogi, kasih penghormatan buatmu.

Bisa dibuka link lagu ultah ini: ๐Ÿ‘‰ https://youtu.be/Mwj1gaCm45I

Kau telah menjadi Ibu/Mom yang baik; kasih setia keteladanan tanggung jawab, melayani di hati, seperjalanan bahtera kita bersama 3 princess yang dititipkan Bapa pada kita.

Kuucapkan selamat ulang tahun. 60 tahun "is a diamond point". Eulogi bagimu, Maria: isteriku, kekasihku.

๐Ÿ’š10 Juli 2020.

Monday, July 6, 2020

KasihMu Nyatalah (My Wedding Song)๐ŸŽถ๐ŸŽต




Lagu pernikahan Kristen a Christian wedding song, gubahanku.

Lagu ini saya ciptakan dilatar-belakangi oleh kebutuhan akan lagu2 pernikahan Kristen di Indonesia, yang dirasa masih relatif kurang.

Masih perlu diperbanyak, diperkaya.

Inspirasinya dari pernikahan saya pribadi dengan Maria EM, yang telah berlangsung 33 tahun, sejak 3 Oktober 1987 saat kami berdua diberkati di gereja.

Jodoh dari Tuhan Yesus lah yang mempertemukan dan mempertautkan kami di Bogor akhirnya dalam ikatan pernikahan.

Kasih cinta yang bukan sekadar falling in love, namun bertumbuh, growing in love.  Dari sehari ke sehari hingga tahun demi tahun, melewati proses penggemblengan pendewasaan kualitas karakter Kristus. 

Meliput kasih kami kepada Allah, kasih antar kami dan kepada anak2, kepada saudara dan sesama di sekeliling kami. 

Bersyukur lewat suka duka  pahit manis bisa melewati fase pernikahan perak (25 tahun), pearl (30 tahun) dan sedang menuju jade coral wedding anniversary (35 tahun).

Isteri saya sama2 alumni Kristen IPB, sama2 aktivis pelayanan, sama2 terlibat sebagai tim asistensi Agama Kristen di IPB dan pembinaan kelompok kecil pemuridan.

Sama2 concerned pada tanggung jawab keluarga, pada dunia pembinaan dan pendidikan, serta bidang2 misi dan interdependensi pelayanan.

Lagu ini pernah saya minta pada itokku sista adik masa di IPB Bogor, Dian Maharani Simanjuntak, untuk dimainkan dengan keyboard/piano saat pemberkatan pernikahan gereja.

Juga kepada band "pemuridan" The Disciples asal Jakarta dbp bro Ir Johan Handojo ---sekarang senior pastor GBI City Tower JKT, Bethani church Singapore--- untuk dinyanyikan saat resepsi pernikahan, utamanya saat mempelai masuki ruangan, menuju pelaminan.

Yang saya ingat, rasa terima kasih hallelujah syukur kami karena penyertaan rakhmat Tuhan tak pernah putus dalam bahtera rumah tangga kami. 

Di link YT berikut ini saya coba menyanyikan lagu ini sendiri sesuai menurut versi aslinya dulu, saat pertama saya gubah.

https://youtu.be/lUvFYLfSqN0

Masih ingatkah komitmen  janji setia kita saat pernikahan baru dimulai? Saat usia belia seumur jagung hingga sampai ada kerutan di wajah kita disertai uban di rambut kita? 

Bahwa janji itu: Sampai maut memisahkan kita.

Sanggup bertahankah kita?

Semoga lagu ini memberkati. Kiranya kasih setia kemurahan Tuhan selalu limpah, baik dalam hal bakal jodoh, maupun hidup pernikahan suami isteri, perjalanan bahtera rumah tangga kita.

๐Ÿ™✝️๐ŸŽถ


Lirik lagu:
KASIH MU NYATALAH
MY WEDDING SONG๐ŸŽธ

KasihMu nyatalah
Tlah mempertemukan kami
Di dalam kasih Allah
Untuk rancangan indah mulia

Betapa indah hari ini
Allah tlah pertautkan kami
AnugerahMu sangat besar

Hati kami kini bersyukur
Karna kasih kami bertumbuh
Di dalam rakhmat Allah
yang selalu trus melimpah
Tiap hari tlah kami terima

Betapa mulia hari ini
Allah tlah persatukan kami
Terima kasih, haleluya!

©Copyright 1987, Hans Midas Simanjuntak, Trinity Music Ministry Jakarta Indonesia.

Saturday, July 4, 2020

Petiklah Kecapi Baik-Baik,- Mazmur 50: 14. Vitaly Mukakin.


https://youtu.be/EipNlqZRHO8D

Denting suara dawai gitar tidaklah sama dengan suara keyboard, orgel, organ, piano, akordion, biola atau flute (suling).

Amanat Tuhan lewat pemazmur (sebenarnya) yang mengatakan pada setiap pemusik alat petik: "Petiklah kecapi (alat musik petik) baik-baik!".
Mazmur 50: 14

Hasilnya?
Sila saja buka link video di atas.๐ŸŽธ

Pastilah ciamik, a wonderful guitar instrumental play, lewat ribuan kali exercise utk teknik2 tertentu memainkannya, antara lain teknik tapping.

Gitaris ini namanya Vitaly Mukakin asal Semenanjung Crimea di Laut Hitam wilayah Russia Ukraina. Top menguasai teknik guitar tapping playing.

Lagu ini El Condor Pasa, berarti Burung Rajawali (Condor) naik terbang; dipopulerkan oleh Simon & Gurfankel, aslinya dari lagu Peru Amerika Latin, dengan Zarzuella  traditional music Peru dimainkan, bernuansa Spanyol.

Biography of Guitarist.
Vitaly Makukin was born in Crimea in 1975. he was four years old when he began his career as a musician, playing the piano. His first guitar was offered to him for his 10 years birth day. At 24 he discovered the tapping. This playing technique, popularized by Stanley Jordan, becomes his, and his mastery is impressive. This mixed with its various influences, opens a new era in guitar playing.

With his long musical studies, his inspired Central Europe, Classical and Jazz styles, make his compositions very melodic and structured.

Vitaly began his international career as a concertmaster. After an initial approach to electric guitar, he has chosen the most natural and gentle sound of electro-acoustic guitars with great success.

๐ŸŽถ๐ŸŽธ๐ŸŽธ๐ŸŽธ๐ŸŽต

Friday, July 3, 2020

Felix Culpa


Pernah dengar istilah Felix culpa? Kami pernah membahasnya dengan rekan Yadi S Lima soal ini pada sekitar tahun 2015.

Term Latin, Felix artinya bahagia, culpa artinya kesalahan, kekeliruan, kegagalan.

Jadi boleh diartikan "Happy fault", "kesalahan kegagalan yang membahagiakan."

Di kalangan Orthodox kristen, agaknya dianggap merupakan doktrin yang bermula dari dosa asal Adam.

Dalam tradisi Katolik, Felix culpa ada yang menilai sebagai spiritualitas untung.

Ini link nya,:
https://keuskupanbogor.org/felix-culpa/

Bisa dianggap sebagai keberuntungan/kebahagiaan, karena orang berdosa bisa memperoleh penebusan dari Yesus Kristus.

Dalam bahasa sehari-hari  disebut sebagai “Happy fault” atau "Kesalahan yang berujung pada keberuntungan", kira-kira masih ‘saudara sepupu’ dengan “Blessing in disguise”.

Mengutip opini alumni Budi bahwasanya masalah yang menggelayuti benak sebagian orang, adalah: Apakah setiap kesalahan pada diri orang percaya itu bakal menjadi “Felix culpa”?

Mungkin Roma 8: 28 menjadi ayat pendukung jika jawabnya “Ya”.

 Jika jawabnya “Tidak”, mengapa  ada kesalahan yang sungguh-sungguh memperoleh ganjaran hukuman berat (tanpa ampun) dari Tuhan?
Banjir Nuh serta peristiwa Sodom dan Gomora, misalnya.

Apakah ada ciri-ciri sebuah kesalahan yang bisa menjadi “Felix culpa”?

Ada kesalahan yang mendatangkan penyesalan yang tak berkesudahan, bukan?

Bahkan, ada kesalahan/kecelakaan yang bisa mengakibatkan yang bersangkutan gila atau tidak waras, sehingga tak bisa memahami apa yang disebut sebagai dosa, penebusan, pengampunan, apalagi  pertobatan dan pengucapan  syukur.

Kalau diaplikasikan di Indonesia: apakah kesalahan pemerintahan Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi  itu bisa menjadi “Felix culpa” bagi pemerintahan sekarang, di mana pemerintahan Jokowi itu mengacu pada sebuah kebahagiaan/keberuntungan (meski belum tuntas, karena  poriode ke2 nya kan masih berlangsung )?

Masalah berikutnya: apakah ada rumus rentang waktu tertentu untuk dapat memahami bahwa sebuah  kesalahan itu akan mendatangkan keberuntungan?

Contoh yang dikemukakan misalnya terambil dari cerita 1  Samuel 8: 1-22,(silakan dibuka, dibaca) sifatnya adalah nasional.

Apakah “Felix culpa” itu bisa bersifat antarnegara atau internasional? Misalnya, kasus kesalahan saudara-saudara Yusuf mengakibatkan Mesir menjadi makmur.

Dalam nuansa kekinian, dana para konglomerat hitam yang diparkir di Singapura, bisa niscaya mendatangkan kemajuan bagi pembangunan Singapura.
Kemalangan di Indonesia mengakibatkan kemujuran bagi Singapura.

Pertanyaan berikutnya adalah: Apakah “Felix culpa” itu bisa terjadi tanpa pertobatan?
Dalam kasus Indonesia-Singapura itu siapa yang lebih perlu dan harus bertobat?

Diskusi macam ini mungkin pula kita perlukan untuk  pencerahan jiwa.

Salam sehat, tetap semangat, dan terima kasih.

Thursday, July 2, 2020

Nyanyian Baru di Bulan Baru: 1 Juli 2020.๐ŸŽถ๐ŸŽต


Lagu indah tercipta di bulan baru. Nyanyian baru.๐ŸŽถ๐ŸŽต

Nyanyian baru remodifikasi, berjudul "Yesus Kau Allah yang Hidup" (Cipt. Hans Midas Simanjuntak).

Bernyanyi worship di perjalanan dalam kota @Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Indonesia.

PSBB transisi akan pasti telah berakhir. Indonesia selamat. Salam sehat, tetap semangat bangsaku.๐ŸŒˆ

Jika anda berkenab, silakan hits klik subscribe komen di link youtube berikut:

https://youtu.be/4yZAY56Z4HE

Hallelujah.๐Ÿ™

Sunday, June 28, 2020

Menjadi Manusia Imago Dei ๐Ÿ‘ฅ

Kajian Alkitab di Masa Covid.
28 Mei 2020.

Setiap orang pribadi yang suka membaca Alkitab, merenungkan dan jadi pelaku Firman, sesungguhnya merindukan mendapat anugerah kehidupan menjadi manusia Imago Dei.

Apakah  manusia Imago Dei itu?

Tidak lain adalah manusia yang telah diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa Allah.

Kej 1:26-27 (TB) 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Menurut gambar dan rupa Allah, berarti pula menjadi peniru rupa dan gambar Allah.

Apa yang terkandung dalam pengertian gambar dan rupa Allah sebenarnya?

Umumnya pengkaji Alkitab, khususnya kitab Genesis (kitab Kejadian), sepakat bahwa ada sedikitnya 3 komponen yang dikandung dalam pengertian gambar dan rupa Allah (Imago Dei).

(1) Manusia itu miliki yang disebut , dignitas (harkat martabat harga diri)
(2) Ia memiliki ekualitas (kesetaraan antar sesamanya)
(3) Punya responsibilitas (tanggung jawab terhadap Allah, sesamanya dan alam ciptaan).

Ke-3 komponen diatas membangun hati nurani kesadaran yang murni, ketaatan, rasa malu sejati, andai sampai tak mentaati kehendak dan hukum2 Allah.

Maksud tujuannya adalah agar manusia imago Dei dapat melaksanakan amanat penatalayanan alam dengan baik, benar dan bertanggung jawab.

Nah , satu saja manusia tak miliki salah satu dari 3 komponen diatas, maka manusia tak lagi bisa disebut manusia Imago Dei.

Kejatuhan manusia dalam  dosa (sejak zaman Adam, Kej. 3) membawa resiko manusia alami kemerosotan 3 komponen diatas.

Dignitas merosot. Hanya menjadi "gengsi"* semata, tanpa harkat martabat yang dikenan oleh Allah.

Spirit ekualitas merosot.
Menjadi mindset membeda2kan, menyekat-nyekat. Inequality sesamanya menurut ukuran2 yang disukainya sendiri. Satu terhadap yang lain merasa lebih kuat berkuasa. Rasa paling benar, berstatus sosial lebih tinggi, lebih hebat, lebih kaya, dst.

Responsibilitas merosot jadi sikap yang sekedar hanya merespon. Menanggapi biasa; Kadang lebih banyak menghindari (ngeles) dengan menyalahi pihak lain. Berkilah. Mencari kambing hitam, dsjsnya. Sikap perbuatan lack of responsiblity. Irresponsible.

Hati nurani kesadaran menjadi tak murni. Semakin tumpul (tak peka); Rasa malu pun mengalami kemerosotan signifikan.

Melalui panggilan dan covenant sejak di awal (Adam, Kej 3: 15). Hingga klimaks  pamuncaknya di karya penebusan Kristus. Maka kejatuhan manusia ditebus, telah dibayar lunas.

Percaya dan menerima panggilan, covenant dan karya klimaks Kristus di kayu Salib memungkinkan manusia kembali miliki anugerah kehidupan.  Menurut gambar dan rupa Allah (Imago Dei).

Tanpa percaya dan menerima hal ini, manusia hanya bisa punya gengsi, namun tanpa pernah punya rasa malu sejati;  tanpa peluang dapat miliki kembali proses menuju kepemilikan dignitas, nurani kesadaran murni.

Manusia hanya punya mindset menyekat-nyekat, membeda2kan manusia belaka. Tanpa bisa peroleh kembali proses menuju kepemilikan spirit ekualitas sesungguhnya._

Demikian juga dalam kaitan dengan responsibilitas. Manusia sepanjang sejarah hanya bisa merespon semata.  Sukanya ngeles, mencari kambing hitam.

Atau mengambil tanggung jawab lewat perbuatan ekstrim dan cara keliru.

Berbahagialah Kristiani anak2 Tuhan, pembaca perenung pelaku Firman yang karena anugerah Allah, telah dimungkinkan miliki hidup kembali menurut gambar dan rupa Allah (imago Dei).


Hans Midas Simanjuntak.

Bukan Manusia Sempurna yang Dipakai Allah jadi Saluran Kasih-KuasaNya


Refleksi hidup Kristen.

Dalam sepanjang sejarah karya keselamatan yang dilakukan oleh Allah, tiada pernah Allah memanggil manusia serta mengikat perjanjian (covenant) dengan manusia yang sempurna.

Seperti di caption, dari Jacob  (Yakub) sampai Lazarus, Peter (Petrus) sampai Abraham, bukanlah manusia sempurna. Dalam artian mereka tidak miliki kekurangan, kelemahan atau tak pernah berbuat dosa.

Ya tidak. Bisa dilihat satu contoh dari kelemahan, kekurangan, kegagalan masing2 mereka dalam memenuhi standar Allah.

Kita pun demikian.

Karena sejatinya memang  manusia telah jatuh ke dosa. (Roma 3: 23).

Kecuali memang hanya satu Pribadi yang dicatat Alkitab tidak berdosa, tidak pernah berdosa dan tidak mengenal dosa. Dia lah Yesus.

Oleh karenanya hanya Yesus yang layak, pantas, menggenapi karya keselamatan berupa penebusan manusia secara sempurna. Satu kali untuk selama-lamanya. Once for all.

Panggilan Kristus berikut perjanjianNya bolehlah kita sebut sebagai _panggilan Covenant klimaks_: Panggilan keselamatan ultimat, bagi setiap orang yang percaya pada Kristus Messias, baik bagi umat manusia yang hidup sebelum masa Kristus dan sesudah masa Kristus.

Kalau bukan karena pengorbanan penebusan Kristus, tidaklah mungkin figur2 tokoh Alkitab termasuk kita pula di masa hari ini  diselamatkan (dilahirkan kembali), dibenarkan oleh iman, diperdamaikan dgn Allah hingga beroleh proses pembentukan pengudusan pengutusan pemurnian dari sehari ke sehari.
Untuk semakin menjadi serupa Yesus, menjadi manusia imago Dei.

Biarlah Kristus yang semakin besar dalam diri kita (Gal 2: 20), sementara diri keakuan kita menjadi semakin kecil, kian surut.

Maka kita yang lemah dapat berkata, saya kuat karena Kristus; yang miskin pun berkata, Kristuslah yang memperkayaku.

Kelemahan kekurangan kesulitan dan mungkin pernah alami kegagalan sekali pun, bukanlah alasan bagi kita ingin berkanjang terus dalam kelemahan kegagalan dan dosa. Malahan justru jadi alasan menambah ketergantungan dan pengandalan kita pada Tuhan.

Ingat ya. Figur2 Alkitab termasuk kita, bukanlah figur2 yang selalu dapat tampil hebat kuat penuh kelebihan bak superman or wonder woman.

Terkadang kemegahannya adalah justru dalam kelemahan berikut kekurangan, hingga kuasa  Allah semakin nyata (2 Kor 12:9).

Mereka dan harapannya tentu kita juga, kiranya disanggupkanNya  menjadi figur2 yang berhasil di dalam Tuhan.

Dimana kehendak dan rencana Allah berhasil terjadi,  dinyatakan dijalani oleh figur2 Alkitab; kiranya dinyatakan pula dalam hidup kita.

Kehidupan oleh anugerah Allah dimampukan  menjadi berkat saluran kasih dan kuasaNya;

Menjadi berkat keselamatan dalam artian luas bagi keluarga tetangga sesama masyarakat,  bangsa negara, termasuk sejarah penatalayanan alam (bumi).

So, bukan manusia sempurna yang dipakai Allah (turut) menyelesaikan rencanaNya yang maha agung bagi kehidupan seutuhnya di jagad ini, namun manusia dewasa, yang semakin didewasakan utuh di dalam Kristus.

Hans Midas Simanjuntak
Juni 2020


Picture contr:
Pemter Naibaho Campbell

Saturday, June 27, 2020

Memuridkan Konteksnya Menggembala dan Melayani; Bukan Sekadar Memenej.



Ini jika kita dasarkan pada amanat 3 kitab Injil, pasal terakhir.

Ada baiknya kita retrieve kembali amanat wasiat pemuridan (discipleship) jalan kemuridan) berdasar amanat 3 Injil pasal terakhir.

Bahwa panggilan memuridkan erat kaitannya dengan proses menjadikan murid.

Menarik jika menelusur amanat 3 kitab Injil (Matius, Markus, Yohanes) pasal terakhir.

๐Ÿ‘‰ Injil Matius pasal terakhir pasal 28 ayat 18-20 mendeskripsikan proses menjadikan murid meliput  siklus atau daur: lewat tugas membaptis, mengajar kemudian mengutus  (pergi) guna membawa jiwa baru lagi untuk dijadikan murid.

Membaptis jiwa rekan saudara baru jadi tahapan pertama agar orang yang baru percaya boleh masuk ke dalam kumpulan persekutuan keluarga Allah, tubuh Kristus.

Kita menyebutnya agar masuk kedalam ecclesia, igereja, serta merta setelah mereka dipanggil keluar dari kegelapan, 1 Petrus 2: 9.

Tahapan kedua selanjutnya, mengajar mereka akan Firman, di dalam kumpulan ecclesia, igereja.

Didaktis mengajar Firman  erat kaitanya dengan equipping (Ef 4: 11), membina, menggembleng menggembala melayani dan sejenisnya.

Dari uraian ini, memuridkan lebih dekat dengan peran tugas fungsional mewarta mengajar menggembala. Bukanlah sekadar tugas  Memenej (akar kata "managere"= mengendali kuda), melakukan kontrol pengawasan dan monev.

Firman pun meliputi hukum, janji2, perintah larangan peraturan, ketetapan, kehendak,  pimpinan rencana perijinan Tuhan.

Memenuhi ajaran yang sehat dibutuhkan,  yaitu sejak dasar2 asas2 pertama,  pokok2 iman laksana bayi anak2 rohani Ibrani 6: 1-8). Hingga kemudian boleh tumbuh berakar makin dewasa tak gampang terombang ambing, menuju keserupaan pada Kristus. Efesus 4: 13, Roma 8: 39.

Barulah tahapan ketiga kemudian para pelayan pengurus gembala mengutus mereka yang telah makin dewasa dalam Kristus nyemplung dalam dunia, kembali ke dunia tanpa harus meninggalkan tahapan pertama dan kedua, terus bergerak laksana siklus daur spiral dengan proses lingkar mandala makin lama makin besar.

๐Ÿ‘‰ Injil Markus pasal terakhir, pasal 16: 18 mengamanatkan pergilah ke seluruh dunia.  Berarti seorang yang terutus pergi, mestinya nyemplung ke dalam dunia.

Live in dalam dunia, meski (kita bukan berasal dari dunia, berstatus baru dalam keluarga Allah, ecclessia, igereja).

Dunia disini, tentunya punya beraneka ragam arti.
Bisa merupakan dunia profesi atau mata pencaharian. Bisa dunia sphere (ranah2 dunia: sosial, budaya, agama, media, edukasi, teknologi dst).

Bisa pula berarti dunia spasial (individu, keluarga, koumunitas, masyarakat, bangsa, hingga bangsa2).

Dunia kualitas indiferent bisa pula kita memaknainya, meliput dunia manusia, hewan, tumbuhan hingga material.

Ragam lain adalah dunia riel nyata, virtual (maya, internet, digital), dan rohani ,(spiritual, batin). Boleh diartikan outer world (hal lahir, dzahir, ragawu), transisi, dan inner  (batin, tak kasat mata).

Terakhir adalah dunia geografis meliput pewilayahan maps sebagaimana gelaran google maps, sygic, waze  atau hereWe go nyatakan.

Di dunia kita yang beraneka ragam  arti dan lingkup inilah, demikian banyak ditemui jiwa2 baru, rekan kenalan saudara lama dan baru.

Diibaratkan seperti ladang beserta pohon tanaman2, ada yang masih kosong, ada yang sudah jenuh penuh, crowded, ada belum siap garap, sudah siap garap, tabur, tanam, siap panen atau pun sebaliknya.

๐Ÿ‘‰ Injil Yohanes pasal terakhir, 21: 16-20 menekankan utamanya amanat penggembalan domba itu. Merawat mengingatkan memelihara me maintain point of contact, relasi, spirit pelayanan jadi hal urgent dalam pemuridan.

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yohanes 21: 18).

Amanat menggembala domba yang dipercayakan.

Nyatanya ada ladang, "jiwa2" yang belum sama sekali menguning, untuk siap dituai, dimenangkan. Ada yang sudah menguning, siap tuai.

Passion pewartaan Injil kabar baik perbuatan baik,  penggembalaan dan (kepemimpinan) pelayanan tepah jadi kebutuhan kita bersama di dunia kita.

Tak lain untuk mempersiapkan ladang jiwa2 jadi menguning, hingga proses pemuridan berlangsung lestari.

Pemuridan dimana?
Ya di area dimana  kita didiutus, ditempatkan.

Di point of contact mana pun, dalam situasi kondisi apapun, dimana kita ada dan menghadapi.

Oleh siapakah?
Siapa lagi kalau bukan oleh kita: pemimpin2 pelayan kelompok, penggembala kelompok yang tak lain adalah para murid.
Saya menyebutnya para "ksatria murid2 Kristus" yang telah dan sedang dimahkotai  rahmat oleh Yesus Tuhan, Guru Agung Sejati.

Shalom aleichem!


***


Friday, June 26, 2020

Virtual Choir Lagu "Satu Di Dalam RohHu" ๐ŸŽน


Pada hari Minggu 7 Juni 2020, telah berlangsung Persekutuan Online PPAK Bogor @Perkabo masih di sikon masa Covid.

Sesi pertama Persekutuan adalah presentasi Komunikasi Efektif oleh senior Bpk Ir Herald Siagian.

Sesi kedua berlangsung menarik dengan suguhan performa Virtual Choir para Alumni perguruan tinggi asal Bogor (PPAK Bogor, Perkabo), dari berbagai kota di Indonesia.

Membawakan lagu gubahan saya yang sudah cukup dikenal, digubah di kota Bogor tahun 1984, yaitu "Satu Dalam RohHu"

Mengesankan.

Silakan Virtual Choir lagu ini bisa disaksikan di link YT berikut:

๐Ÿ‘‰https://youtu.be/alHfT3VKtAs

Sebelum virtual choir bernyanyi, moderator alumni muda Dr Doni Manalu memberi kesempatan saya boleh menceritakan bagaimana latar belakang blagu ini sampai tercipta. Silakan simak link berikut:

๐Ÿ‘‰https://youtu.be/G4Feelg76OY

Bagi saya sendiri, lagu ini salah satu gubahan yang sangat inspiratif, ceria, memberi semangat sukacita. Di samping pastinya memberi kenangan manis.

Lagu banyak disukai oleh berbagai kalangan. Bisa jadi tembang evergreen.

Memberi spirit kesatuan yang tak memudar, dari dulu hingga sekarang.

Hallelujah. Blessings upon you all.

Juni 2020.

#laguinspiratif
#virtualchoir
#ppakbogor
#perkabo
#weareoneinthespirit

Tuesday, June 23, 2020

"Ia Seperti Pohon" Lagu Gubahan Baru dari Mazmur 1: 1-3 ,๐ŸŽต๐ŸŽถ

Lagu baru oleh perkenanan Tuhan telah saya gubah lagi di bulan baru, Juni 2020.

Masih di masa pandemi covid, meski di sejumlah daerah PSBB telah masuki tahap transisi, diharapkan menuju peredaan lebih cepat, ini lagu harapan menyegarkan, menguatkan jiwa.

"Ia Seperti Pohon" (Mazmur 1: 1-3) adalah judul lagu ini.
Kitab Mazmur 1 hemat saya jarang (langka) dilagukan.

Paralelisme jelas tampak dari puisi mazmur lagu. Penggambaran (imagery) pohon bagi barangsiapa yg suka dan jadi pelaku Firman, teranugerahkan keberhasilan hidup. Hidup berbuah di segala keadaan.

Kolaborasi dengan Sinarta Production, bro kami Sinarta Limbong Sihole, karya pembuat tampilan video menjadi lebih baik, menarik, ybs menguploadnya pula ke Youtube.

Silakan simak lagu baru ini di link Youtube berikut:

https://youtu.be/fP4Vx-exYyw

20 Juni 2020.

Ode Buat Inang, Ompung Lydia boru, Bundaku


#odebuatmama
#inangpangitubu
#inmemoriam
#ompungterkasih

Sebuah ode (syair puisi lagu penghormatan, penghargaan) telah saya gubah 2 tahun lalu, lk satu bulan sebelum Inang, beloved Mom (Ibunda, Mama) dipanggil pulang Bapa di Sorga.

Usia my Mom, Ompung bagi anak2 kami (Ompu Lydia boru) 2 tahun lalu berusia 94 tahun.

Betapa bahagianya hatiku dapat membuat ode yang saya gubah kemudian menyanyikannya sendiri bagi orang yang sangat  kukasihi, di masa2 akhir hidup beliau.

Hallelujah.✝️๐Ÿ’š

***

Ode Buat Inang, Ompung.
Cipt. Hans Midas Simanjunta
(digubah di bulan Juni 2018).

Silakan simak lagunya di link Youtube di bawah.

Lirik:

๐ŸŽผUntukmu Inang kami
Ompung tercinta di hati
Kebaikan tulus yang kau beri
T'ringat dalam sanubari...

Kini panjang usiamu
Renta tubuh tak' muda lagi
Namun bijaksana jiwamu
Tabah jalani hidup ...

Reff-1:
S'lalu kami ingat pesanmu
Bagi anak-cucumu
Damai rukun satu bersama
Kasih persaudaraan

Syukur hanya anug'rah
Anak cucu berkat limpah
Juang hidup tak sia-sia
Kemuliaan hidupmu

Reff-2:
Engkau sebut satu per satu
Nama anak cucumu
Kau doakan kami semua
Menggapai cita cita....

Inang.. Ompung tersayang..
Terima kasih tak terhingga

Smoga Tuhan s'lalu berkenan
memberkati hidupmu
Dengan damai sorga yang kekal
Sampai akhir hidupmu.. ๐Ÿ™๐Ÿ’™

@Copyright, June 2018, Trinity Music Ministry - Jakarta Indonesia.

Lagu ini dalam rencana diselipkan dalam buku yang akan diterbitkan, "Perjalanan Hidup 94 Tahun,  Ria Minar Sihombing, Ny H Simanjuntak (30 April 1924 - 30 April 2018).

Versi iringan piano.
https://youtu.be/MdMlQcydxKk

Menjadi Entrepreneur Berdasar Nilai Semangat Kekristenan

#entrepreneurship
#protestanisme
#christianvalues

13 Juni 2020.

Menjadi entrepreneur atau intrapreneur (masih berstatus pegawai, namun ambil sambilan buka lapak misal lewat usaha/biz online), sebagaimana juga menjadi vlogger dan youtuber, kini banyak dilakukan oleh generasi muda Negeri ini.

Sebelum masa covid, juga di masa covid, diprediksi juga sesudahnya di era new normal.

Firman Tuhan ada mengatakan, "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan (Efesus 4:28).

Ini disampaikan oleh rasul Paulus, seorang yang menjadi rasul penginjil pengajar tangguh  namun bekerja berusaha pula sebagai seorang tent maker, pembuat tenda (baca Kisah Rasul 18:3).

Prinsip motivasi Paulus adalah berusaha bekerja keras, dalam pekerjaan baik (benar), meninggalkan cara2 yang tidak  benar (mencuri, cheating, korupsi  menipu, menggunting dalam lipatan) untuk kemudian hasilnya dipakai untuk tujuan pelayanan rohani dan diakonia, menolong sesama saudara yang berkekurangan.

Lebih kurang 1-2 dasawarsa lalu, bekerjasama dengan lembaga Yayasan Edelweis Sejahtera (YES), lalu entitas "Maxima Consulting" juga dengan badan PBB (ILO berpusat di Jenewa), saya pernah pula melatih ratusan calon2 entrepreneur dan intrapreneur muda di banyak daerah Indonesia.

Cukup banyak berhasil sampai hari ini masih menekuni kegiatan usahanya, a.l di bidang kuliner, toko obat,  material, pupuk agro, bimbingan belajar, dll.

Sosiolog Max Weber dalam salah satu bukunya pernah menengarai, bahwa adalah nilai2 Kekristenan (Protestanisme) yang mendorong semangat entrepreneur berbasis kemandirian hidup.

Saya mencatat ada sejumlah "F" yang memampukan orang miliki semangat kepeloporan yang tinggi dalam entrepreurship termasuk memicu spirit kewirausahaan sosial, pelayanan rohani (persekutuan, komunitas, christian ministry   gerejawi, paragerejawi).

Katakan itu prinsip biblical "5F" yaitu vital pentingnya unsur Faith (dasar iman kristen), Framework (dasar mindset pikir), Frontiers (pribadi2 yang menjadi pelopor, ujung tombak), Finance (faktor keuangan, finansial) dan Food for the poor (spirit diakonia sosial, helping the needy).

Pada awalnya entrepreneurship (start up business) memang diyakini akan cepat tumbuh lewat pembelajaran intens jatuh bangun, inkubasi process, mentoring).

Semakin dipupuk dan diulang keberhasilan yang dicapai (dengan pujian, motivasi) maka tingkatnya pun akan lebih mature dan hasilkan buah, berkat dan manfaat lebih banyak dan tetap (Yoh 15: 5-7)

Ia membawa semangat kepeloporan, perintisan di hampir banyak bidang hidup, tak hanya bisnis saja. (namun juga dalam hal perintisan persekutuan, pemuridan, gereja  komunitas sosial, lembaga, koperasi, proker baru, dst).

Marilah kita tumbuhkan  tingkatkan kembangkan semangat Entrepreneur kita, disertai kepeloporan, berbasis 5F sesuai dengan Nilai Semangat Kekristenan.


Hans Midas Simanjuntak
✝️๐Ÿ™
***

My Profile, update terbaru Juni 2020

Hans Midas Simanjuntak, Ir, MM, MCS. Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1961. Status : menikah, isteri Ir Maria Enice Melontige (br Hombing) dan punya 3 anak perempuan (Grace Uli Natalia, Alvina Dian Priskila, Mikaela Puteri Christiana, semuanya boru Juntak). Etnik Batak Toba.

Ayahanda, alm Heini M. Simanjuntak (Ompu Lydia bawa), lahir di Balige, tahun 1917; mantan pegawai perkebunan sejak zaman Belanda, mantan wartawan dan biro periklanan di masa paska kemerdekaan hingga Orde Baru. Wafat tahun 1984 di usia 66 tahun.

Sedang ibunda, alm Ria Minar Sihombing (Ompu Lydia boru) lahir di Bahal Batu Siborong-borong, tahun 1924. Mantan perawat RS, ibu rumah tangga yang berwirausaha. Wafat tahun 2018 di usia 94 tahun. Memiliki 10 orang anak (9 laki, 1 perempuan, yang almarhum 4 orang, dimana Hans Midas Simanjuntak anak ke-9), serta 30 cucu dan 16 cicit.

Selain di Jakarta, Hans Midas Simanjuntak pernah tinggal, antara lain, di Yogyakarta, Bogor, Makassar, Medan, dan Bali.

SD di YPK Wijaya (YPK72), Keb Baru, Jaksel. SMP di Pangudi Luhur (PL76), Cipete Jaksel. SMA di Pangudi Luhur (PL80, IPA), Brawijaya Keb Baru Jaksel.
Tinggal dibesarkan di kawasan Blok A,  Jalan Benda II, Keb Baru Jakarta. Domisili tinggal sekarang di kawasan Nyiur Melambai, Jakarta Utara.

Pendidikan tingginya diselesaikan di IPB Bogor untuk S1nya (Faperta, A18,  1986).
Jenjang S2 di Universitas Katolik Atmajaya, pascasarjana (Magister Manajemen, 2002) Jakarta, dan jenjang theologi filsafat S2 Institut Reformed/STTRII Jakarta (MCS, Angkatan II/1999-2002).

Backround theologi dan pelayanan juga diselesaikan di STT Intim Makasar (Theologi praktika, 1989-1990), penyampaian kabar baik (Evangelism Study) di CSM Jakarta, 1991-1992, studi praktek Pemuridan di PPKA/LAI Jakarta, 1991-1993, pelayanan missionary pastor di GUKI Jakarta, 1993-1999 dan Studi community development di CARD San Pablo Philippines, 2000-2001.

Pengabdiannya mencakup rentang kehidupan yang luas (colorful): di bidang pelayanan kerohanian/gerejawi, theologi spiritualitas, lsm pertanian umkm pengentasan kemiskinan, korporasi (grup Astra, property Cakra, UKBM microfinance).

Bidang Asesor pemberdayaan masyarakat comdevt lewat LSP-FPM, 2012-2019 meliput parpem, cmed juga digeluti, selain konsultan, dosen mentoring pendidikan latihan entrepreneurship, diklat ala Astra dan seni musik penggubahan lagu digeluti dengan intens.

Menjadi Chief di El Trinitas Ministry, KoordNas di Jaringan  perhimpunan nasional Bakti Nusa (BN) Indonesia, disamping menjadi Managing Partner ©Maxima Consulting.

Aktif sebagai think tank dan penulis di Bulletin Teleia Resources Center (TRC). Ada beberapa buku sekaitan pola micro credit, pemuridan  telah ditulis.

Demikian pun berbagai tulisan renungan artikel pemikiran yang tersebar, dapat dijumpai di bulletin2, penerbitan, majalah dan sejumlah media sosial (FB, WAGs, dulu forum Milist).

Pelopor perintisan pelayanan mahasiswa dan pemuridan KPP IPB, Persekutuan antar kampus, Pelayanan keumatan (PUKB) di  Bogor dan wilayah  IBT sejak era 1980an. Menjadi salah satu pendiri Jemaat GKSS Mattiro Baji di Makassar dan Ketua BPC Perkantas wilayah Sulselra (sekarang Sulsel Sulbar Sultra) era 1988-1990. Menjadi Diaken CWS dan Guru Pemuridan di PPKA-LLI Jakarta, 1993-1995.

Merintis misi2 EDP-9 alumni IPB 1986, proker CMED di Sulawesi 1986-1990, PDK Astra 1992-1993, PDK Pramindo 1996-1999, pola Evaluasi BPR microfinance dengan metoda BSC 1999-2001.

Hampir seluruh provinsi Nusantara berikut sejumlah negara mancanegara telah divisitasi selama tugas misi assigments dan kunjungan biasa kurun waktu 2003-2019.

Turut memulai gerakan penggubahan lagu2 baru sejak 1980an hingga sekarang, “gaya musik ala persekutuan” (persekutuan mahasiswa dan alumni, persekutuan doa kantor, persekutuan gerejawi) lewat Trinity Music Ministry, Indonesia.

Mengikuti pendidikan musik khususnya gitar sejak usia belia tahun di Yamaha Music YMI  dan mengakrabi musikalitas era 60-80an, sejak era The Beatles asal Liverpool, The Mercy’s asal Medan, Prambors, era Folk Song Indonesia; hingga sekarang.

Minat hobby pada travelling ke berbagai tempat dan permainan catur; membina coaching klub2 catur di lingkungan Percasi, utamanya juga untuk bibit2 muda berprestasi.

Last update: 15 Juni-2020.

Monday, June 22, 2020

Doa dan Keberanian: Teladan "Kecil' Yabes.

Dua hal ini menurut saya bukan hanya milik orang2 besar, tokoh2 istimewa dalam Alkitab macam Abraham, Musa, Elia, Daud, Petrus atau Paulus.

Orang biasa juga mendapat kesempatan, anugerah untuk memilikinya.

Contohnya Yabes. Yabes orang biasa, anak keturunan Yehuda dari cabang lain.  Kemungkinan bidang minat atau arah profesinya masa itu sebagai peternak.

Yabes artinya 'kesakitan', 'pain' sebab kala dilahirkan ibunya sangat susah.

Sekelebat saja nama Yabes ada di Alkitab. Bagian kecil dari kitab Tawarikh, yang jadi bagian Ketuvim Israel.

Namun, meski demikian, Yabes di posisi sudut hidupnya yang kurang diliat orang, telah jadi contoh.

Alkitab menyebut ia lebih dimuliakan dari pada saudara2nya yang lain.

Ia seorang yang berdoa. Pendoa yang gigih, that praying by faith justru dalam kesulitan, kesakitan, kesempitan hidupnya.

Pernahkah anda alami kesempitan hidup yang membuat anda sesak?

Yabes menginspirasi para orang biasa, yang mungkin sedang mengalami kesempitan hidup.

Misal saja hidup tak longgar dalam hal ruang keleluasaan gerak kegiatan, area usaha atau pekerjaan, hal finansial, kesehatan di tengah "malapetaka").

Hal ini mendorongnya untuk berdoa, berseru kepada Tuhan, Allah Abraham Ishak dan Yakub.

Apa, bagaimana doanya?

Begini doa seruan Yabes, seakan lakukan breakthrough dari kondisi kesempitan dan kesakitan:

 "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" (2 Tawarikh 4: 10).

Seruan doa dan keberanian luar biasa menurut saya dari "tokoh kecil" dalam Alkitab seperti Yabes. Namun dalam anugerahNya, Allah Israel telah mengabulkan doa permintaannya itu.

Pertama, Allah  memberkatinya berlimpah-limpah.
Arti berkat disini ya seutuhnya, rohani jasmani.

Kedua, Allah memperluas daerah daerah yang jadi lahan ladang pemeliharaan peternakannya. Ada tumbuh kembang perluasan pekerjaan pelayanan maupun profesi sehari hari, meski bagi yang lain dirasa jumpai kesulitan.

Ketiga, ada penyertaan tangan Allah, dalam versi Ketuvim bisa diartikan: kebajikan dan kemurahan Tuhan mengikutinya.

Keempat atau terakhir, proteksi perlindungan Allah terus dirasakan melindungi saat malapetaka (bisa dibaca sebagai wabah pandemi covid19, sampar, atau misal banjir, bencana, badai hidup) melanda, hingga luput dari kesakitan  derita yang seharusnya bisa  menimpa nya.

Tatkala satu pintu tertutup, Allah membuka pintu alternatif lain sebagai jalan masuk atau keluar.

Itulah yang dialami orang biasa seperti Yabes dalam hidup pekerjaan usaha dan pelayanannya sehari hari.

Doa dan keberanian imaniah telah dianugerahkan Tuhan, hingga alami terobosan dari kesempitan, kesulitan, kejenuhan kesakitan hidup.

Adakah anda  orang biasa atau orang yang teristimewa?

Jika anda dan saya orang yang biasa saja, maka teladan kecil anak Yehuda ini dapat menginspirasi sekarang.

Doing the breakthrough by prayer, be more courage in life.

Hans Midas Simanjuntak.
16 Juni 2020.

Foto udara Pulau Alor NTT

Foto udara Pulau Alor NTT
Photo, 2007