Sunday, November 25, 2007

Pelayanan di GMKI Bogor, 24 Nopember 2007

"Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN" (Yesaya 11: 1-2)

"..supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku" (Yohanes 17: 21).


Pada tanggal 24 Nopember 2007 yang lalu, missionary pastor Bpk Hans Midas Simanjuntak, Ir MM MCS berkenan diundang hadir oleh Panitia Masa Perkenalan Anggota Baru GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA Cabang Bogor (Local Executive Committe Indonesian Student Christian Movement Bogor Chapter) sebagai Pembicara untuk melayankan kebenaran Firman Tuhan.

Acara khusus ini berlangsung di Wisma Syalom Jl.Guntur No.38 Bogor dihadiri hampir seluruh pengurus BPC GMKI Cabang Bogor, senior members GMKI Bogor dan para calon/anggota baru GMKI Bogor.

Firman Tuhan terambil dari Yesaya 11: 1-11, mengambil tema "Bangkitlah dan menjadi Taruk Bagi Bangsa (Yesaya 11:1-10), dengan sub Tema: Meningkatkan Integritas dan Loyalitas Kader dalam Mewujudkan Tri Panji serta Visi-Misi GMKI, memiliki tujuan/sasaran yaitu agar para peserta dapat memahami pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta mampu bersikap yang tepat terhadap perubahan tersebut dengan tetap bersandar pada Alkitab seperti teladan Yesaya dan Yehuda.

Dalam khotbahnya, Bpk Hans Midas Simanjuntak menekankan beberapa intisari pesan yang dibutuhkan bagi seluruh kader GMKI Bogor dalam kiprahnya dewasa ini dan ke depan:

1. Bahwa untuk menjadi taruk (stem, batang muda) yang bertumbuh dan berbuah bagi pribadi, keluarga, gereja, kampus, lingkungan dan bangsa, kader GMKI sudah seharusnya memiliki spiritualitas yang senantiasa dibaharui oleh Roh Kudus, serta senantiasa memperjuangkan track-record kehidupan yang jelas dan baik, sebagaimana hidup Kristus yang telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya.

2. Integritas, kejujuran, iman, kesetiaan dan cara pandang yang utuh, beserta nilai-nilai keutamaan lainnya yang dikandung pada perikop Yesaya 11: 1-11 menjadi nilai-nilai pokok Kekristenan sebagai fondamen utama kader GMKI dalam mengupayakan serta merevitalisasi perannya sesuai konteks tantangan dan peluang kehidupan masa sekarang dan ke depan.

3. Untuk dapat bangkit menjadi taruk bagi bangsa, tentu setiap kader GMKI melalui proses. Yang memungkinkan kader GMKI mampu mengelola perubahan yang sedemikian cepat pada masa sekarang di segala lini. Sehingga semakin dimampukan Tuhan menjadi alatNya menghadirkan perdamaian, keadilan (justice), kesejahteraan dan keutuhan ciptaan sebagaimana digambarkan bagian akhir perikop nats. Aplikasinya mulai dari domain terkecil di lingkungan pribadi keluarga, gereja dan kampus, hingga domain yang lebih luas di tengah masyarakat bangsa, dunia sosial-politik dan percaturan global.

4. Komitmen untuk taat dan setia pada kebenaran firman Tuhan sangat diperlukan dalam menjalani proses pembinaan dari Allah, dimana Allah dapat memakai media apa saja untuk membina dan mengkader/memuridkan anak-anakNya. Paradigma, mindset, pengetahuan, skills, moral dan perilaku kita akan semakin ditambahkan dari sehari ke sehari, termasuk lewat dinamika yang berkembang saat terlibat dalam organisasi GMKI berikut berbagai interaksi dengan komunitas lingkungan lainnya.

5. Dengan demikian, harapannya setiap kita memiliki sikap proaktif, solidaritas terhadap kondisi yang tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Tentu saja sikap tersebut harus dilandaskan pada firman Tuhan seperti teladan tokoh Yesaya dan Yehuda yang tetap bersandar kepada Tuhan dalam berbagai krisis yang dihadapi saat itu. Sikap menjaga kesatuan dan keutuhan, sesuai motto GMKI sejak awal "Ut Omnes Unum Sint" masih sangat relevan dipelihara dan dipertahankan, apalagi dalam konteks pergumulan dan krisis bangsa yang tidak mudah untuk dilalui pada masa-masa sekarang.

Pemberitaan firman yang dimulai jam 15:30 wib, berakhir jam 16:30 wib. Dilanjutkan dengan acara pembukaan acara Maper Anggota Baru GMKI yang dibuka resmi oleh Ketua BPC GMKI Bogor dan pejabat GMKI Pusat. Setelah acara ramah tamah, kemudian acara dilanjutkan dengan sesi berikutnya yang dibawakan oleh pemateri/nara sumber lainnya.

Kiranya Tuhan menolong kita.
To God be the glory!! (TSM report/ANW-09).

Sunday, November 11, 2007

Pembentukan Jaringan sosial Entrepreneur Muda kristen (JEM-K) di beberapa kabupaten/kota.

Berita Pembentukan JEM-K di beberapa kabupaten/kota (TSM/AK-07).

Setelah berbulan-bulan digumuli sejumlah generasi muda kristen di beberapa kota, dan melalui penyelenggaraan semilok pelatihan-pelatihan terpadu "Membangun Jiwa Kemandirian Warga dan Semangat Entrepreneurship berdasarkan Perspektif Kristen" di berbagai kota di Jawa & Bali. Termasuk event baru-baru ini yang berlangsung di Kampus IPB Dramaga Bogor pada tanggal 9-11 Nopember 2007, yang terselenggara atas kerjasama beberapa pihak: lembaga pelayanan konsultan kristen MAXIMA Consulting, BPH PMK IPB Bogor, IMC Jakarta, Graha YES dan El Trinitas Ministry Indonesia, dengan mendapat dukungan dari International Labour Organization (ILO) dan mitra pendukung lainnya.

Maka pada tanggal 10 Nopember 2007 kemarin, telah dibentuk jaringan sosial para calon entrepreneur muda dan entrepreneur muda kristen, dengan nama "Jaringan Entrepreneur Muda Kristen" disingkat "JEM-K" (dibaca: "jim-kei").

Latar belakang pembentukan jaringan sosial entrepreneur muda kristen ini adalah hasrat kerinduan komunitas kaum muda dan mahasiswa kristen/kristiani untuk melakukan langkah breakthrough (terobosan) kongkrit guna meningkatkan value of life pribadi, komunitas dan society terutama generasi muda kristen beranjak dari "tahap survival", "tahap tumbuh-kembang" (dependence level) dan "ketidak-jelasan masa depan terkait tantangan pengangguran "kerah putih" termasuk pengangguran "kerah biru", beranjak naik ke level yang lebih tinggi yakni "tahap kemandirian" (self supporting, self employed, self reliance). Kemandirian yang seutuhnya: spiritual, mental, intelektual, sosial, politikal dan ekonomi.

Visi misi JEM-K adalah mempersiapkan calon-calon social entrepreneur dan entrepreneur muda serta mencetaknya sebanyak mungkin dari kalangan komunitas generasi muda kristen/kristiani sampai tingkat kabupaten/kota di tanah air, paling tidak sampai periode 2028 (20 tahun dari sekarang). Dengan demikian generasi muda sosial entrepreneur/ entrepreneur kristen tidak akan ingin lagi menjadi "beban" (burden) bagi keluarga, komunitas & dunia kristen dan bangsa, melainkan menjadi "berkat" (be blessings).

Tak lagi sekadar ingin jadi pegawai negeri yang sarat korupsi, birokrasi dan bribery. Tak lagi jadi karyawan yang banyak terkendali waktu, tenaga, moral nurani dan sistem upah kalangan korporatokrasi atau menjadi guru dosen pendidik yang masih memprihatinkan kondisinya; maupun menjadi klerus (pengerja penuh waktu, pendeta) gereja yang semakin cendrung "over-supply" dalam jumlah namun "less-demand" dalam mutu.

Pada tahap awal, JEM-K telah dibentuk cikal-bakal jaringannya di Bogor, Jakarta Utara, Yogya dan Bali. Selanjutnya akan diupayakan pembentukannya di Lampung, Jambi, Bengkulu, Jatim dan Makassar. Prime movernya adalah genmud, oleh genmud dan untuk kemandirian genmud (generasi muda). Mottonya: "Jiwa kemandirian, semangat entrepreneurship, pilar kemajuan generasi muda, kekristenan dan bangsa.

Demikian, berita singkat yang diperoleh terkait pembentukan JEM-K (AK-07).

"Jangan sampai orang lain meremehkan engkau sebab engkau masih muda. Jadilah teladan mereka: biarlah mereka mengikuti caramu mengajar dan caramu hidup. Jadilah pedoman bagi mereka dalam hal kasihmu, imanmu, dan pikiranmu yang bersih" (1 Timotius 4: 12, FAYH).