Sunday, June 28, 2020

Menjadi Manusia Imago Dei ๐Ÿ‘ฅ

Kajian Alkitab di Masa Covid.
28 Mei 2020.

Setiap orang pribadi yang suka membaca Alkitab, merenungkan dan jadi pelaku Firman, sesungguhnya merindukan mendapat anugerah kehidupan menjadi manusia Imago Dei.

Apakah  manusia Imago Dei itu?

Tidak lain adalah manusia yang telah diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa Allah.

Kej 1:26-27 (TB) 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Menurut gambar dan rupa Allah, berarti pula menjadi peniru rupa dan gambar Allah.

Apa yang terkandung dalam pengertian gambar dan rupa Allah sebenarnya?

Umumnya pengkaji Alkitab, khususnya kitab Genesis (kitab Kejadian), sepakat bahwa ada sedikitnya 3 komponen yang dikandung dalam pengertian gambar dan rupa Allah (Imago Dei).

(1) Manusia itu miliki yang disebut , dignitas (harkat martabat harga diri)
(2) Ia memiliki ekualitas (kesetaraan antar sesamanya)
(3) Punya responsibilitas (tanggung jawab terhadap Allah, sesamanya dan alam ciptaan).

Ke-3 komponen diatas membangun hati nurani kesadaran yang murni, ketaatan, rasa malu sejati, andai sampai tak mentaati kehendak dan hukum2 Allah.

Maksud tujuannya adalah agar manusia imago Dei dapat melaksanakan amanat penatalayanan alam dengan baik, benar dan bertanggung jawab.

Nah , satu saja manusia tak miliki salah satu dari 3 komponen diatas, maka manusia tak lagi bisa disebut manusia Imago Dei.

Kejatuhan manusia dalam  dosa (sejak zaman Adam, Kej. 3) membawa resiko manusia alami kemerosotan 3 komponen diatas.

Dignitas merosot. Hanya menjadi "gengsi"* semata, tanpa harkat martabat yang dikenan oleh Allah.

Spirit ekualitas merosot.
Menjadi mindset membeda2kan, menyekat-nyekat. Inequality sesamanya menurut ukuran2 yang disukainya sendiri. Satu terhadap yang lain merasa lebih kuat berkuasa. Rasa paling benar, berstatus sosial lebih tinggi, lebih hebat, lebih kaya, dst.

Responsibilitas merosot jadi sikap yang sekedar hanya merespon. Menanggapi biasa; Kadang lebih banyak menghindari (ngeles) dengan menyalahi pihak lain. Berkilah. Mencari kambing hitam, dsjsnya. Sikap perbuatan lack of responsiblity. Irresponsible.

Hati nurani kesadaran menjadi tak murni. Semakin tumpul (tak peka); Rasa malu pun mengalami kemerosotan signifikan.

Melalui panggilan dan covenant sejak di awal (Adam, Kej 3: 15). Hingga klimaks  pamuncaknya di karya penebusan Kristus. Maka kejatuhan manusia ditebus, telah dibayar lunas.

Percaya dan menerima panggilan, covenant dan karya klimaks Kristus di kayu Salib memungkinkan manusia kembali miliki anugerah kehidupan.  Menurut gambar dan rupa Allah (Imago Dei).

Tanpa percaya dan menerima hal ini, manusia hanya bisa punya gengsi, namun tanpa pernah punya rasa malu sejati;  tanpa peluang dapat miliki kembali proses menuju kepemilikan dignitas, nurani kesadaran murni.

Manusia hanya punya mindset menyekat-nyekat, membeda2kan manusia belaka. Tanpa bisa peroleh kembali proses menuju kepemilikan spirit ekualitas sesungguhnya._

Demikian juga dalam kaitan dengan responsibilitas. Manusia sepanjang sejarah hanya bisa merespon semata.  Sukanya ngeles, mencari kambing hitam.

Atau mengambil tanggung jawab lewat perbuatan ekstrim dan cara keliru.

Berbahagialah Kristiani anak2 Tuhan, pembaca perenung pelaku Firman yang karena anugerah Allah, telah dimungkinkan miliki hidup kembali menurut gambar dan rupa Allah (imago Dei).


Hans Midas Simanjuntak.

Bukan Manusia Sempurna yang Dipakai Allah jadi Saluran Kasih-KuasaNya


Refleksi hidup Kristen.

Dalam sepanjang sejarah karya keselamatan yang dilakukan oleh Allah, tiada pernah Allah memanggil manusia serta mengikat perjanjian (covenant) dengan manusia yang sempurna.

Seperti di caption, dari Jacob  (Yakub) sampai Lazarus, Peter (Petrus) sampai Abraham, bukanlah manusia sempurna. Dalam artian mereka tidak miliki kekurangan, kelemahan atau tak pernah berbuat dosa.

Ya tidak. Bisa dilihat satu contoh dari kelemahan, kekurangan, kegagalan masing2 mereka dalam memenuhi standar Allah.

Kita pun demikian.

Karena sejatinya memang  manusia telah jatuh ke dosa. (Roma 3: 23).

Kecuali memang hanya satu Pribadi yang dicatat Alkitab tidak berdosa, tidak pernah berdosa dan tidak mengenal dosa. Dia lah Yesus.

Oleh karenanya hanya Yesus yang layak, pantas, menggenapi karya keselamatan berupa penebusan manusia secara sempurna. Satu kali untuk selama-lamanya. Once for all.

Panggilan Kristus berikut perjanjianNya bolehlah kita sebut sebagai _panggilan Covenant klimaks_: Panggilan keselamatan ultimat, bagi setiap orang yang percaya pada Kristus Messias, baik bagi umat manusia yang hidup sebelum masa Kristus dan sesudah masa Kristus.

Kalau bukan karena pengorbanan penebusan Kristus, tidaklah mungkin figur2 tokoh Alkitab termasuk kita pula di masa hari ini  diselamatkan (dilahirkan kembali), dibenarkan oleh iman, diperdamaikan dgn Allah hingga beroleh proses pembentukan pengudusan pengutusan pemurnian dari sehari ke sehari.
Untuk semakin menjadi serupa Yesus, menjadi manusia imago Dei.

Biarlah Kristus yang semakin besar dalam diri kita (Gal 2: 20), sementara diri keakuan kita menjadi semakin kecil, kian surut.

Maka kita yang lemah dapat berkata, saya kuat karena Kristus; yang miskin pun berkata, Kristuslah yang memperkayaku.

Kelemahan kekurangan kesulitan dan mungkin pernah alami kegagalan sekali pun, bukanlah alasan bagi kita ingin berkanjang terus dalam kelemahan kegagalan dan dosa. Malahan justru jadi alasan menambah ketergantungan dan pengandalan kita pada Tuhan.

Ingat ya. Figur2 Alkitab termasuk kita, bukanlah figur2 yang selalu dapat tampil hebat kuat penuh kelebihan bak superman or wonder woman.

Terkadang kemegahannya adalah justru dalam kelemahan berikut kekurangan, hingga kuasa  Allah semakin nyata (2 Kor 12:9).

Mereka dan harapannya tentu kita juga, kiranya disanggupkanNya  menjadi figur2 yang berhasil di dalam Tuhan.

Dimana kehendak dan rencana Allah berhasil terjadi,  dinyatakan dijalani oleh figur2 Alkitab; kiranya dinyatakan pula dalam hidup kita.

Kehidupan oleh anugerah Allah dimampukan  menjadi berkat saluran kasih dan kuasaNya;

Menjadi berkat keselamatan dalam artian luas bagi keluarga tetangga sesama masyarakat,  bangsa negara, termasuk sejarah penatalayanan alam (bumi).

So, bukan manusia sempurna yang dipakai Allah (turut) menyelesaikan rencanaNya yang maha agung bagi kehidupan seutuhnya di jagad ini, namun manusia dewasa, yang semakin didewasakan utuh di dalam Kristus.

Hans Midas Simanjuntak
Juni 2020


Picture contr:
Pemter Naibaho Campbell

Saturday, June 27, 2020

Memuridkan Konteksnya Menggembala dan Melayani; Bukan Sekadar Memenej.



Ini jika kita dasarkan pada amanat 3 kitab Injil, pasal terakhir.

Ada baiknya kita retrieve kembali amanat wasiat pemuridan (discipleship) jalan kemuridan) berdasar amanat 3 Injil pasal terakhir.

Bahwa panggilan memuridkan erat kaitannya dengan proses menjadikan murid.

Menarik jika menelusur amanat 3 kitab Injil (Matius, Markus, Yohanes) pasal terakhir.

๐Ÿ‘‰ Injil Matius pasal terakhir pasal 28 ayat 18-20 mendeskripsikan proses menjadikan murid meliput  siklus atau daur: lewat tugas membaptis, mengajar kemudian mengutus  (pergi) guna membawa jiwa baru lagi untuk dijadikan murid.

Membaptis jiwa rekan saudara baru jadi tahapan pertama agar orang yang baru percaya boleh masuk ke dalam kumpulan persekutuan keluarga Allah, tubuh Kristus.

Kita menyebutnya agar masuk kedalam ecclesia, igereja, serta merta setelah mereka dipanggil keluar dari kegelapan, 1 Petrus 2: 9.

Tahapan kedua selanjutnya, mengajar mereka akan Firman, di dalam kumpulan ecclesia, igereja.

Didaktis mengajar Firman  erat kaitanya dengan equipping (Ef 4: 11), membina, menggembleng menggembala melayani dan sejenisnya.

Dari uraian ini, memuridkan lebih dekat dengan peran tugas fungsional mewarta mengajar menggembala. Bukanlah sekadar tugas  Memenej (akar kata "managere"= mengendali kuda), melakukan kontrol pengawasan dan monev.

Firman pun meliputi hukum, janji2, perintah larangan peraturan, ketetapan, kehendak,  pimpinan rencana perijinan Tuhan.

Memenuhi ajaran yang sehat dibutuhkan,  yaitu sejak dasar2 asas2 pertama,  pokok2 iman laksana bayi anak2 rohani Ibrani 6: 1-8). Hingga kemudian boleh tumbuh berakar makin dewasa tak gampang terombang ambing, menuju keserupaan pada Kristus. Efesus 4: 13, Roma 8: 39.

Barulah tahapan ketiga kemudian para pelayan pengurus gembala mengutus mereka yang telah makin dewasa dalam Kristus nyemplung dalam dunia, kembali ke dunia tanpa harus meninggalkan tahapan pertama dan kedua, terus bergerak laksana siklus daur spiral dengan proses lingkar mandala makin lama makin besar.

๐Ÿ‘‰ Injil Markus pasal terakhir, pasal 16: 18 mengamanatkan pergilah ke seluruh dunia.  Berarti seorang yang terutus pergi, mestinya nyemplung ke dalam dunia.

Live in dalam dunia, meski (kita bukan berasal dari dunia, berstatus baru dalam keluarga Allah, ecclessia, igereja).

Dunia disini, tentunya punya beraneka ragam arti.
Bisa merupakan dunia profesi atau mata pencaharian. Bisa dunia sphere (ranah2 dunia: sosial, budaya, agama, media, edukasi, teknologi dst).

Bisa pula berarti dunia spasial (individu, keluarga, koumunitas, masyarakat, bangsa, hingga bangsa2).

Dunia kualitas indiferent bisa pula kita memaknainya, meliput dunia manusia, hewan, tumbuhan hingga material.

Ragam lain adalah dunia riel nyata, virtual (maya, internet, digital), dan rohani ,(spiritual, batin). Boleh diartikan outer world (hal lahir, dzahir, ragawu), transisi, dan inner  (batin, tak kasat mata).

Terakhir adalah dunia geografis meliput pewilayahan maps sebagaimana gelaran google maps, sygic, waze  atau hereWe go nyatakan.

Di dunia kita yang beraneka ragam  arti dan lingkup inilah, demikian banyak ditemui jiwa2 baru, rekan kenalan saudara lama dan baru.

Diibaratkan seperti ladang beserta pohon tanaman2, ada yang masih kosong, ada yang sudah jenuh penuh, crowded, ada belum siap garap, sudah siap garap, tabur, tanam, siap panen atau pun sebaliknya.

๐Ÿ‘‰ Injil Yohanes pasal terakhir, 21: 16-20 menekankan utamanya amanat penggembalan domba itu. Merawat mengingatkan memelihara me maintain point of contact, relasi, spirit pelayanan jadi hal urgent dalam pemuridan.

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yohanes 21: 18).

Amanat menggembala domba yang dipercayakan.

Nyatanya ada ladang, "jiwa2" yang belum sama sekali menguning, untuk siap dituai, dimenangkan. Ada yang sudah menguning, siap tuai.

Passion pewartaan Injil kabar baik perbuatan baik,  penggembalaan dan (kepemimpinan) pelayanan tepah jadi kebutuhan kita bersama di dunia kita.

Tak lain untuk mempersiapkan ladang jiwa2 jadi menguning, hingga proses pemuridan berlangsung lestari.

Pemuridan dimana?
Ya di area dimana  kita didiutus, ditempatkan.

Di point of contact mana pun, dalam situasi kondisi apapun, dimana kita ada dan menghadapi.

Oleh siapakah?
Siapa lagi kalau bukan oleh kita: pemimpin2 pelayan kelompok, penggembala kelompok yang tak lain adalah para murid.
Saya menyebutnya para "ksatria murid2 Kristus" yang telah dan sedang dimahkotai  rahmat oleh Yesus Tuhan, Guru Agung Sejati.

Shalom aleichem!


***


Friday, June 26, 2020

Virtual Choir Lagu "Satu Di Dalam RohHu" ๐ŸŽน


Pada hari Minggu 7 Juni 2020, telah berlangsung Persekutuan Online PPAK Bogor @Perkabo masih di sikon masa Covid.

Sesi pertama Persekutuan adalah presentasi Komunikasi Efektif oleh senior Bpk Ir Herald Siagian.

Sesi kedua berlangsung menarik dengan suguhan performa Virtual Choir para Alumni perguruan tinggi asal Bogor (PPAK Bogor, Perkabo), dari berbagai kota di Indonesia.

Membawakan lagu gubahan saya yang sudah cukup dikenal, digubah di kota Bogor tahun 1984, yaitu "Satu Dalam RohHu"

Mengesankan.

Silakan Virtual Choir lagu ini bisa disaksikan di link YT berikut:

๐Ÿ‘‰https://youtu.be/alHfT3VKtAs

Sebelum virtual choir bernyanyi, moderator alumni muda Dr Doni Manalu memberi kesempatan saya boleh menceritakan bagaimana latar belakang blagu ini sampai tercipta. Silakan simak link berikut:

๐Ÿ‘‰https://youtu.be/G4Feelg76OY

Bagi saya sendiri, lagu ini salah satu gubahan yang sangat inspiratif, ceria, memberi semangat sukacita. Di samping pastinya memberi kenangan manis.

Lagu banyak disukai oleh berbagai kalangan. Bisa jadi tembang evergreen.

Memberi spirit kesatuan yang tak memudar, dari dulu hingga sekarang.

Hallelujah. Blessings upon you all.

Juni 2020.

#laguinspiratif
#virtualchoir
#ppakbogor
#perkabo
#weareoneinthespirit

Tuesday, June 23, 2020

"Ia Seperti Pohon" Lagu Gubahan Baru dari Mazmur 1: 1-3 ,๐ŸŽต๐ŸŽถ

Lagu baru oleh perkenanan Tuhan telah saya gubah lagi di bulan baru, Juni 2020.

Masih di masa pandemi covid, meski di sejumlah daerah PSBB telah masuki tahap transisi, diharapkan menuju peredaan lebih cepat, ini lagu harapan menyegarkan, menguatkan jiwa.

"Ia Seperti Pohon" (Mazmur 1: 1-3) adalah judul lagu ini.
Kitab Mazmur 1 hemat saya jarang (langka) dilagukan.

Paralelisme jelas tampak dari puisi mazmur lagu. Penggambaran (imagery) pohon bagi barangsiapa yg suka dan jadi pelaku Firman, teranugerahkan keberhasilan hidup. Hidup berbuah di segala keadaan.

Kolaborasi dengan Sinarta Production, bro kami Sinarta Limbong Sihole, karya pembuat tampilan video menjadi lebih baik, menarik, ybs menguploadnya pula ke Youtube.

Silakan simak lagu baru ini di link Youtube berikut:

https://youtu.be/fP4Vx-exYyw

20 Juni 2020.

Ode Buat Inang, Ompung Lydia boru, Bundaku


#odebuatmama
#inangpangitubu
#inmemoriam
#ompungterkasih

Sebuah ode (syair puisi lagu penghormatan, penghargaan) telah saya gubah 2 tahun lalu, lk satu bulan sebelum Inang, beloved Mom (Ibunda, Mama) dipanggil pulang Bapa di Sorga.

Usia my Mom, Ompung bagi anak2 kami (Ompu Lydia boru) 2 tahun lalu berusia 94 tahun.

Betapa bahagianya hatiku dapat membuat ode yang saya gubah kemudian menyanyikannya sendiri bagi orang yang sangat  kukasihi, di masa2 akhir hidup beliau.

Hallelujah.✝️๐Ÿ’š

***

Ode Buat Inang, Ompung.
Cipt. Hans Midas Simanjunta
(digubah di bulan Juni 2018).

Silakan simak lagunya di link Youtube di bawah.

Lirik:

๐ŸŽผUntukmu Inang kami
Ompung tercinta di hati
Kebaikan tulus yang kau beri
T'ringat dalam sanubari...

Kini panjang usiamu
Renta tubuh tak' muda lagi
Namun bijaksana jiwamu
Tabah jalani hidup ...

Reff-1:
S'lalu kami ingat pesanmu
Bagi anak-cucumu
Damai rukun satu bersama
Kasih persaudaraan

Syukur hanya anug'rah
Anak cucu berkat limpah
Juang hidup tak sia-sia
Kemuliaan hidupmu

Reff-2:
Engkau sebut satu per satu
Nama anak cucumu
Kau doakan kami semua
Menggapai cita cita....

Inang.. Ompung tersayang..
Terima kasih tak terhingga

Smoga Tuhan s'lalu berkenan
memberkati hidupmu
Dengan damai sorga yang kekal
Sampai akhir hidupmu.. ๐Ÿ™๐Ÿ’™

@Copyright, June 2018, Trinity Music Ministry - Jakarta Indonesia.

Lagu ini dalam rencana diselipkan dalam buku yang akan diterbitkan, "Perjalanan Hidup 94 Tahun,  Ria Minar Sihombing, Ny H Simanjuntak (30 April 1924 - 30 April 2018).

Versi iringan piano.
https://youtu.be/MdMlQcydxKk

Menjadi Entrepreneur Berdasar Nilai Semangat Kekristenan

#entrepreneurship
#protestanisme
#christianvalues

13 Juni 2020.

Menjadi entrepreneur atau intrapreneur (masih berstatus pegawai, namun ambil sambilan buka lapak misal lewat usaha/biz online), sebagaimana juga menjadi vlogger dan youtuber, kini banyak dilakukan oleh generasi muda Negeri ini.

Sebelum masa covid, juga di masa covid, diprediksi juga sesudahnya di era new normal.

Firman Tuhan ada mengatakan, "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan (Efesus 4:28).

Ini disampaikan oleh rasul Paulus, seorang yang menjadi rasul penginjil pengajar tangguh  namun bekerja berusaha pula sebagai seorang tent maker, pembuat tenda (baca Kisah Rasul 18:3).

Prinsip motivasi Paulus adalah berusaha bekerja keras, dalam pekerjaan baik (benar), meninggalkan cara2 yang tidak  benar (mencuri, cheating, korupsi  menipu, menggunting dalam lipatan) untuk kemudian hasilnya dipakai untuk tujuan pelayanan rohani dan diakonia, menolong sesama saudara yang berkekurangan.

Lebih kurang 1-2 dasawarsa lalu, bekerjasama dengan lembaga Yayasan Edelweis Sejahtera (YES), lalu entitas "Maxima Consulting" juga dengan badan PBB (ILO berpusat di Jenewa), saya pernah pula melatih ratusan calon2 entrepreneur dan intrapreneur muda di banyak daerah Indonesia.

Cukup banyak berhasil sampai hari ini masih menekuni kegiatan usahanya, a.l di bidang kuliner, toko obat,  material, pupuk agro, bimbingan belajar, dll.

Sosiolog Max Weber dalam salah satu bukunya pernah menengarai, bahwa adalah nilai2 Kekristenan (Protestanisme) yang mendorong semangat entrepreneur berbasis kemandirian hidup.

Saya mencatat ada sejumlah "F" yang memampukan orang miliki semangat kepeloporan yang tinggi dalam entrepreurship termasuk memicu spirit kewirausahaan sosial, pelayanan rohani (persekutuan, komunitas, christian ministry   gerejawi, paragerejawi).

Katakan itu prinsip biblical "5F" yaitu vital pentingnya unsur Faith (dasar iman kristen), Framework (dasar mindset pikir), Frontiers (pribadi2 yang menjadi pelopor, ujung tombak), Finance (faktor keuangan, finansial) dan Food for the poor (spirit diakonia sosial, helping the needy).

Pada awalnya entrepreneurship (start up business) memang diyakini akan cepat tumbuh lewat pembelajaran intens jatuh bangun, inkubasi process, mentoring).

Semakin dipupuk dan diulang keberhasilan yang dicapai (dengan pujian, motivasi) maka tingkatnya pun akan lebih mature dan hasilkan buah, berkat dan manfaat lebih banyak dan tetap (Yoh 15: 5-7)

Ia membawa semangat kepeloporan, perintisan di hampir banyak bidang hidup, tak hanya bisnis saja. (namun juga dalam hal perintisan persekutuan, pemuridan, gereja  komunitas sosial, lembaga, koperasi, proker baru, dst).

Marilah kita tumbuhkan  tingkatkan kembangkan semangat Entrepreneur kita, disertai kepeloporan, berbasis 5F sesuai dengan Nilai Semangat Kekristenan.


Hans Midas Simanjuntak
✝️๐Ÿ™
***

My Profile, update terbaru Juni 2020

Hans Midas Simanjuntak, Ir, MM, MCS. Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1961. Status : menikah, isteri Ir Maria Enice Melontige (br Hombing) dan punya 3 anak perempuan (Grace Uli Natalia, Alvina Dian Priskila, Mikaela Puteri Christiana, semuanya boru Juntak). Etnik Batak Toba.

Ayahanda, alm Heini M. Simanjuntak (Ompu Lydia bawa), lahir di Balige, tahun 1917; mantan pegawai perkebunan sejak zaman Belanda, mantan wartawan dan biro periklanan di masa paska kemerdekaan hingga Orde Baru. Wafat tahun 1984 di usia 66 tahun.

Sedang ibunda, alm Ria Minar Sihombing (Ompu Lydia boru) lahir di Bahal Batu Siborong-borong, tahun 1924. Mantan perawat RS, ibu rumah tangga yang berwirausaha. Wafat tahun 2018 di usia 94 tahun. Memiliki 10 orang anak (9 laki, 1 perempuan, yang almarhum 4 orang, dimana Hans Midas Simanjuntak anak ke-9), serta 30 cucu dan 16 cicit.

Selain di Jakarta, Hans Midas Simanjuntak pernah tinggal, antara lain, di Yogyakarta, Bogor, Makassar, Medan, dan Bali.

SD di YPK Wijaya (YPK72), Keb Baru, Jaksel. SMP di Pangudi Luhur (PL76), Cipete Jaksel. SMA di Pangudi Luhur (PL80, IPA), Brawijaya Keb Baru Jaksel.
Tinggal dibesarkan di kawasan Blok A,  Jalan Benda II, Keb Baru Jakarta. Domisili tinggal sekarang di kawasan Nyiur Melambai, Jakarta Utara.

Pendidikan tingginya diselesaikan di IPB Bogor untuk S1nya (Faperta, A18,  1986).
Jenjang S2 di Universitas Katolik Atmajaya, pascasarjana (Magister Manajemen, 2002) Jakarta, dan jenjang theologi filsafat S2 Institut Reformed/STTRII Jakarta (MCS, Angkatan II/1999-2002).

Backround theologi dan pelayanan juga diselesaikan di STT Intim Makasar (Theologi praktika, 1989-1990), penyampaian kabar baik (Evangelism Study) di CSM Jakarta, 1991-1992, studi praktek Pemuridan di PPKA/LAI Jakarta, 1991-1993, pelayanan missionary pastor di GUKI Jakarta, 1993-1999 dan Studi community development di CARD San Pablo Philippines, 2000-2001.

Pengabdiannya mencakup rentang kehidupan yang luas (colorful): di bidang pelayanan kerohanian/gerejawi, theologi spiritualitas, lsm pertanian umkm pengentasan kemiskinan, korporasi (grup Astra, property Cakra, UKBM microfinance).

Bidang Asesor pemberdayaan masyarakat comdevt lewat LSP-FPM, 2012-2019 meliput parpem, cmed juga digeluti, selain konsultan, dosen mentoring pendidikan latihan entrepreneurship, diklat ala Astra dan seni musik penggubahan lagu digeluti dengan intens.

Menjadi Chief di El Trinitas Ministry, KoordNas di Jaringan  perhimpunan nasional Bakti Nusa (BN) Indonesia, disamping menjadi Managing Partner ©Maxima Consulting.

Aktif sebagai think tank dan penulis di Bulletin Teleia Resources Center (TRC). Ada beberapa buku sekaitan pola micro credit, pemuridan  telah ditulis.

Demikian pun berbagai tulisan renungan artikel pemikiran yang tersebar, dapat dijumpai di bulletin2, penerbitan, majalah dan sejumlah media sosial (FB, WAGs, dulu forum Milist).

Pelopor perintisan pelayanan mahasiswa dan pemuridan KPP IPB, Persekutuan antar kampus, Pelayanan keumatan (PUKB) di  Bogor dan wilayah  IBT sejak era 1980an. Menjadi salah satu pendiri Jemaat GKSS Mattiro Baji di Makassar dan Ketua BPC Perkantas wilayah Sulselra (sekarang Sulsel Sulbar Sultra) era 1988-1990. Menjadi Diaken CWS dan Guru Pemuridan di PPKA-LLI Jakarta, 1993-1995.

Merintis misi2 EDP-9 alumni IPB 1986, proker CMED di Sulawesi 1986-1990, PDK Astra 1992-1993, PDK Pramindo 1996-1999, pola Evaluasi BPR microfinance dengan metoda BSC 1999-2001.

Hampir seluruh provinsi Nusantara berikut sejumlah negara mancanegara telah divisitasi selama tugas misi assigments dan kunjungan biasa kurun waktu 2003-2019.

Turut memulai gerakan penggubahan lagu2 baru sejak 1980an hingga sekarang, “gaya musik ala persekutuan” (persekutuan mahasiswa dan alumni, persekutuan doa kantor, persekutuan gerejawi) lewat Trinity Music Ministry, Indonesia.

Mengikuti pendidikan musik khususnya gitar sejak usia belia tahun di Yamaha Music YMI  dan mengakrabi musikalitas era 60-80an, sejak era The Beatles asal Liverpool, The Mercy’s asal Medan, Prambors, era Folk Song Indonesia; hingga sekarang.

Minat hobby pada travelling ke berbagai tempat dan permainan catur; membina coaching klub2 catur di lingkungan Percasi, utamanya juga untuk bibit2 muda berprestasi.

Last update: 15 Juni-2020.

Monday, June 22, 2020

Doa dan Keberanian: Teladan "Kecil' Yabes.

Dua hal ini menurut saya bukan hanya milik orang2 besar, tokoh2 istimewa dalam Alkitab macam Abraham, Musa, Elia, Daud, Petrus atau Paulus.

Orang biasa juga mendapat kesempatan, anugerah untuk memilikinya.

Contohnya Yabes. Yabes orang biasa, anak keturunan Yehuda dari cabang lain.  Kemungkinan bidang minat atau arah profesinya masa itu sebagai peternak.

Yabes artinya 'kesakitan', 'pain' sebab kala dilahirkan ibunya sangat susah.

Sekelebat saja nama Yabes ada di Alkitab. Bagian kecil dari kitab Tawarikh, yang jadi bagian Ketuvim Israel.

Namun, meski demikian, Yabes di posisi sudut hidupnya yang kurang diliat orang, telah jadi contoh.

Alkitab menyebut ia lebih dimuliakan dari pada saudara2nya yang lain.

Ia seorang yang berdoa. Pendoa yang gigih, that praying by faith justru dalam kesulitan, kesakitan, kesempitan hidupnya.

Pernahkah anda alami kesempitan hidup yang membuat anda sesak?

Yabes menginspirasi para orang biasa, yang mungkin sedang mengalami kesempitan hidup.

Misal saja hidup tak longgar dalam hal ruang keleluasaan gerak kegiatan, area usaha atau pekerjaan, hal finansial, kesehatan di tengah "malapetaka").

Hal ini mendorongnya untuk berdoa, berseru kepada Tuhan, Allah Abraham Ishak dan Yakub.

Apa, bagaimana doanya?

Begini doa seruan Yabes, seakan lakukan breakthrough dari kondisi kesempitan dan kesakitan:

 "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" (2 Tawarikh 4: 10).

Seruan doa dan keberanian luar biasa menurut saya dari "tokoh kecil" dalam Alkitab seperti Yabes. Namun dalam anugerahNya, Allah Israel telah mengabulkan doa permintaannya itu.

Pertama, Allah  memberkatinya berlimpah-limpah.
Arti berkat disini ya seutuhnya, rohani jasmani.

Kedua, Allah memperluas daerah daerah yang jadi lahan ladang pemeliharaan peternakannya. Ada tumbuh kembang perluasan pekerjaan pelayanan maupun profesi sehari hari, meski bagi yang lain dirasa jumpai kesulitan.

Ketiga, ada penyertaan tangan Allah, dalam versi Ketuvim bisa diartikan: kebajikan dan kemurahan Tuhan mengikutinya.

Keempat atau terakhir, proteksi perlindungan Allah terus dirasakan melindungi saat malapetaka (bisa dibaca sebagai wabah pandemi covid19, sampar, atau misal banjir, bencana, badai hidup) melanda, hingga luput dari kesakitan  derita yang seharusnya bisa  menimpa nya.

Tatkala satu pintu tertutup, Allah membuka pintu alternatif lain sebagai jalan masuk atau keluar.

Itulah yang dialami orang biasa seperti Yabes dalam hidup pekerjaan usaha dan pelayanannya sehari hari.

Doa dan keberanian imaniah telah dianugerahkan Tuhan, hingga alami terobosan dari kesempitan, kesulitan, kejenuhan kesakitan hidup.

Adakah anda  orang biasa atau orang yang teristimewa?

Jika anda dan saya orang yang biasa saja, maka teladan kecil anak Yehuda ini dapat menginspirasi sekarang.

Doing the breakthrough by prayer, be more courage in life.

Hans Midas Simanjuntak.
16 Juni 2020.

Saya Tau Siapa yang Memegang Hari Esok Saya

Ini terjemahan dari kalimat I Know Who Holds Tomorrow, sebuah judul lagu.

Lagu ini pertama kali saya dengar tahu saat persekutuan kampus di IPB Bogor, tahun 1980an, --- empat dasawarsa setelah lagu ini ditulis.

Saya pun kerap menyanyikannya dengan gitar. Dengan penghayatan iman.

Lagu yang digubah oleh Ira F Stanphill lk 70 tahun lalu, merupakan lagu yang evergreen. Tak bosan2nya orang dari generasi ke generasi menyanyikannya.

Kematian isteri tercinta di masa usia pernikahan muda. Pengharapan iman tak pudar, guna mengalami kehidupan lebih baik, damai dan tenang ke depan, meski hari esok belum jelas dimengerti. Dimulai dari jejak langkah2 hari ini bersama Yesus. Itulah yang melatar belakangi Ira F Stanphill menulis lagu ini.

Di tengah pergumulan tantangan bahaya ancaman, Tuhan tetap yang memegang kendali (persoalan).

Lagu yang menurut saya sarat dengan nilai2 iman. Bahasa iman.

Ketepatan pada masa era sesudahnya itu, saya banyak merenungkan arti iman.

Baik yang diajarkan oleh teladan Abraham di tengah pergulatan iman dalam PL, oleh Elia maupun nabi Habakuk.

Ajaran Kristus tentang iman biji sesawi yang sanggup memindahkan gunung. Bagian kitab Roma yang mengajarkan respons orang percaya terhadap Firman.

Lalu tak ketinggalan uraian  iman dari Ibrani pasal 11 serta pengharapan iman kitab Wahyu oleh rasul Yohanes tentang Yerusalem baru, tentang bumi dan langit yang baru.

Saya yakin lagu evergreen, yang seluruh liriknya ada di bawah ini, ---dan telah dinyanyikan dengan ragam berbagai versi (by acapella, petikan guitar, versi VG, choir, dll) juga akan memberkati anda, kita semua.

Tetap semangat, salam sehat. Blessings (HMS).

๐ŸŽต๐ŸŽธ✝️๐Ÿ‘ฅ
-----------------

I Know Who Holds Tomorrow
Lyrics & Music: Ira F Stanphill (1950).

I don't know about tomorrow
I just live for day to day
I don't borrow from the sunshine
For it's skies may turn to gray

I don't worry o'er the future
For I know what Jesus said
And today I'll walk beside Him
For He knows what lies ahead

Many things about tomorrow
I don't seem to understand
But I know who holds tomorrow
And I know who holds my hand

Ev'ry step is getting brighter
As the golden stairs I climb
Ev'ry burden's getting lighter
Ev'ry cloud is silver lined

There the sun is always shining
There no tear will dim the eye
At the ending of the rainbow
Where the mountains touch the sky

Many things about tomorrow
I don't seem to understand
But I know who holds tomorrow
And I know who holds my hand

Sumber: LyricFind
Penulis lagu: Ira F. Stanphill, @1950.
Lirik I Know Who Holds Tomorrow © Warner Chappell Music, Inc, Universal Music Publishing Group, Capitol Christian Music Group.

**

The Pettersens, uploaded April 12, 2020 sang the song, "I Dont Know Who Hold Tomorrow."
๐Ÿ‘‡

https://youtu.be/C7BtGs1w6hA

Supaya Kita Menjadi Satu, Ut Nobis Unum Sint.

Judul postingan ini saya modifikasi dari cuplikan kalimat doa Tuhan Yesus yang terkenal itu dalam kitab Yohanes  17:21 Supaya mereka menjadi satu".

Bahasa Inggrisnya, "That they all may be one". Versi Greek/Yunaninya: "แผตฮฝฮฑ ฯ€ฮฌฮฝฯ„ฮตฯ‚ แผ“ฮฝ แฝฆฯƒฮนฮฝ, Ina pantes hen ลsin", versi Latinnya "Ut omnes unum sint."

Ini jadi mottonya the Uniting church of India, gerakan oikoumene, YMCA, juga Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia atau GMKI.

Kristus yang menginginkan kita orang percaya sebagai kesatuan tubuh Kristus bersatu saling menopang dan membantu.

Bukan diartikan sebagai kesatuan organisasi, harus dalam satu payung hukum.

Lebih dari itu  kesatuan bermakna organik,  organisme, kesatuan roh yang saling menghidupkan.

Roh Kudus lah yang memelihara kesatuan roh tsb, sehingga solid, saling mengasihi dan mengampuni, penuh kasih mesra.

That we all may be one,  ut nobis unum sint (Latin), supaya kita menjadi satu.

Saya ingat beberapa tahun lalu pernah diundang oleh senior dan adik2 yunior GMKI Bogor wisma Syalom  Jl Guntur 38 menjadi pembicara di salah satu event penting, terkait judul ini dan bagian ayat kitab Yesaya.

"Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN" (Yesaya 11: 1-2).

Kesatuan roh lebih dari sekedar tembok organisasi, bersifat proaktif non-apatis, non-pasifis.  Sikap solidaritas gotong royong terhadap situasi kondisi yang tidak diharapkan, sangatlah kini kita semua perlukan sebaga tanda hikmat dan pengenalan akan Tuhan.

Tentu saja sikap tersebut harus dilandaskan pada firman Tuhan seperti teladan tokoh Yesaya dan Yehuda yang tetap bersandar kepada Tuhan dalam berbagai krisis  yang dihadapi masa itu.

Sikap menjaga kesatuan  keutuhan, dalam bahasa Batak "marsitungkol2an, marsiamin2an, jadi sangat penting.

Terutama membantu sesama saudara yang membutuhkan bantuan di tengah suasana sulit keluarga masyarakat bangsa yang tidak mudah untuk dilalui pada masa-masa sekarang, ini sungguh jadi batu ujian kita.

Masa dimana kekayaan kehormatan jabatan, seakan tak lagi nampak jadi segalanya. Kesehatan, usia dan masa hidup seolah sangat ringkih dan terbatas.

Sesungguhnya dalam roh kesetiakawanan antar saudara lah, maka doa harapan Kristus agar kita semua menjadi satu, benar2 bisa terealisasi.

Ut nobis unum sint. That we all may be one!

Jangan Ada Seperti Pasangan Ananias dan Safira

Jangan Ada dari Siapa pun Kita Jadi Seperti Pasangan Ananias dan Safira

Ini salah satu cerita tragedi mengenaskan dari Perjanjian Baru.

Menimpa atas orang, pasangan bukan dari kalangan umum atau sekuler. Namun anggota dari Gereja perdana, gereja mula2 warga kota Yerusalem yang pada zamannya sarat signs and wonders.

Kisahnya ada di Kisah PR 5: 1-11.

Ananias berarti 'Allah telah memberikan', atau 'Allah yang Rahmani', sedangkan nama Safira berarti 'cantik' atau 'yang jelita'.

Keren, bukan?
Namun yang keren dan tampak seperti kelihatan rohani, kadang tak semanis kisah perjalanan pasangan ini.

Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.” Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” (Kisah 5:3, 8, 9).

Pelajaran apa yang diperoleh dari peristiwa tragis ini, saya kira ada 3 hal:

1. Sikap berjaga, menguasai diri itu sangatlah penting. Jangan karena sudah merasa terhitung sebagai orang percaya anggota Gereja perdana, maka pasangan Ananias dan Safira  ini jadi lengah, tak lagi bersandar pada kekuatan Allah. Memberi celah bagi Iblis untuk menggoda dan menguasai hati mereka.

2. Kemelekatan hati Ananias dan Safira hanya pada harta dan keuntungan diri semata. (kasus asset lahan, hasil penjualan tanah tak diserahkan sepenuhnya; mengambil hak sesuatu yang bukan haknya).

3. Membohongi (pengemban) otoritas Allah. Sama diartikan disini dengan telah mendustai Roh Kudus.

Resiko akibat yang dialami  pasangan ini sangatlah fatal. Seolah tak terampuni. Jadi shock therapy, efek kejut luar biasa di tengah banyaknya signs and wonders yang terjadi masa itu. Masa yang tidak biasa. Zaman gereja perdana, masa istimewa.

Siapa tah yang ingin, mau alami pengalaman Ananias dan Safira?
Saya kira tidak ada.

Seperti masa pandemi sekarang, boleh jadi juga boleh memberi pelajaran berharga bagi kita.

Selalu waspada, berjaga, tetap belajar menguasai diri (ingat buah Roh jenis terakhir Galatia 5: 22). Jangan sampai kemelekatan pada harta dunia, 'selfishness' menjadi celah bagi Iblis untuk membuat kita jatuh terpuruk.

Setia pada yang benar, pada kebenaran, tak mendukakan serta mendustai Roh Kudus, seyogianya jadi pedoman hidup kita hingga memerdekakan kita jadi pribadi atau pasangan yang seutuhnya.

Hans Midas Simanjuntak.
20 Juni 2020.

Antara Kitab Suci dan Pancasila.

Saya tulis ini sekaitan peringatan hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni.

Kita tahu di agama, ada kita kenal macam2 Kitab Suci. Ada Alkitab Bible, Qur'an, Vedda, Tripitaka, dll.

Sehubungan dengan peringatan Lahirnya Pancasila 1 Juni hari ini, ada sedikitnya 2 hal, insights, yang saya dapatkan dan sharingkan.

Pertama, bahwa silakan saja tiap warga Bangsa kita ini sesuai agamanya, gunakan Alkitab Bible, Qur'an berikut hadis, Vedda atau Tripitaka dst sebagai pedoman hidup beragama beriman berakhlak etika masing2

Namun, ini sebagai hal kedua, Pancasila harus tetap kita jaga konsisten sebagai nilai values mindset perekat.

Mari kita daya gunakan semua sila2nya, kita amalkan utamanya dalam _hubungan komplementari_, dalam artian saling melengkapi dengan hidup, kehidupan berkitab suci kita.

Sebab Pancasila dengan sila2nya yang solid simpel penuh makna itu, telah menjadi komplemen tepat.

Tak ada kontranya, kontradiksi dengan isi dan amanat Kitab Suci. Sangat layak pas sesuai relevan dipedomani diamalkan dihidupi dalam hidup bermasyarakat berbangsa-bernegara untuk konteks Indonesia, orang Indonesia

Sekaitan hal pertama dan kedua ini, mari yok kita sama2 pedomani keduanya dalam hubungan complementary_, saling isi mengisi, saling melengkapi domain hkehidupan kita.

Intinya, bahwa yang satu (Kitab Suci) silakan kita lakukan (amalkan); sedang yang lain yang kedua (Pancasila) jangan diabaikan.

Hal yang punya hubungan komplementer, tak perlu kita pertentangkan. Selamat memperingati hari Lahirnya Pancasila.

1 Juni 1945 - 1Juni 2020. Garuda Pancasila. Jayalah Nusantara Indonesia.

Merdeka!

1 Juni 2020.
Hans Midas Simanjuntak

Foto udara Pulau Alor NTT

Foto udara Pulau Alor NTT
Photo, 2007