Wednesday, September 16, 2020

Apa dan Bagaimana Pemahaman Anda, Kita, tentang Yerusalem Baru?

Istilah "Yerusalem Baru ”muncul dua kali dalam Alkitab. (Wahyu 3:12; 21: 2).

Kota simbolis yang melambangkan kumpulan pengikut Kristus Yesus yang pergi ke Surga guna memerintah bersama Dia dalam Kerajaan Allah. 

Dalam Alkitab, kumpulan ini juga disebut pengantin perempuan Kristus, yang siap hadir dalam perjamuan Anak Domba, yakni berjumpa dengan mempelai laki-laki Yesus Kristus Tuhan (Yeshua Ha Mashiah). 

Tautan: https://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/yerusalem-baru/

Pada gambar pertama di bawah, adalah gambaran "maket" Jerusalem Baru dalam wujud Monestry, yang dibangun oleh Patriarkh Nikon di Russia pada tahun 1656 M.

Gambar kedua adalah gambaran ilustrasi Perjamuan Anak Domba antara Yesus dan kumpulan orang percaya, akan berlangsung di kota Yerusalem Baru, telah dibuat oleh Carolyn Yhwh.

Gambar ketiga adalah foto astronomis dari bangunan atau kota yang jauh di luar bumi. Hasil tangkapan teleskop luar angkasa astronomik Hubble baru-baru ini. Diduga sound sebagai kota Jerusalem Baru (yang menggambarkan Kitab Wahyu, telah turun dari Surga).

Kota Yerusalem Baru dideskripsikan kota yang sangat luas, sehingga saat ini tidak mungkin ada di bumi. Kota ini berbentuk kubus yang memiliki keliling ”12.000 setadi”. (Wahyu 21:16). Itu berarti setiap sisinya tingginya 560 kilometer, menjulang hingga menembus luar angkasa.


16092020/ hms.

Friday, September 4, 2020

Spiritual Man



4 September 2020.

Orang yang dekat, miliki keterhubungan dengan Tuhan, boleh kita sebut sebagai Spiritual man. Right? 

Orang yang rohani!

Keterhubungan relasi menurut rasa saya menjadi salah satu hal terpenting bagi Spiritual man. 

Keterhubungan relasi dengan siapa? Utamanya secara vertikal dengan Tuhan (God). 

Dengan *God within* (Roh Kudus), dengan *God between* (Anak, Immanuel), dengan *God above* (Bapa Sorgawi, Abba).

Adapun tubuh fisik, jiwa dan spirit (sukma, roh, diri sejati), saya menyebutnya sebagai _Trikotomi manusia._

Spiritualis (Barat) ada yang menyebutnya sebagai _Dikotomi human_, terdiri dari tubuh fisik dan roh-jiwa yang padu.

Rasa Sejati di dunia Spiritualitas, saya menyebutnya sebagai Roh Kudus (Holy Spirit). Bahasa lainnya disebut The True Holy Being, Roh'ul Quddus.

Roh Kudus inilah saya kenal sebagai God within, Tuhan Yang Maha Esa yang bersemayam di dalam hati sanubariku.

Dalam kondisi *silence, hening, saat berdiam diri atau saat teduh* (orang Barat menyebutnya _*"in the upper room"*_), saya bisa mendengar apa yang dikatakanNya, bisikanNya, dst. 

Roh Kudus dan Firman menjadi kesatuan selaras yang jadi bimbingan, tuntunan, ajaran hidup sejati.

Roh Kudus menjadi semacam _meterai_ dalam hati saya, menandakan bahwa saya sudah menjadi orang yang tercerahkan _(be already enlighted, rebirth, reborn, born again)_. Lahir baru.

Keterhubungan dengan *God within*  (Rasa Sejati, Roh'ul Quddus) di pusat hati, serta merta menghubungkan saya dengan *God between*. Pengantara yang menjadi pontifex  Avatar agung orang2 yang telah lahir baru seperti saya. Sang Jalan lurus, Kebenaran, dan Hidup -- *Yeshua Ha Mashiah, Gusti Yesus*. Mahaguru agung beserta light Angels masters light workers lainnya.

Selanjutnya terhubung pada *God above* yang ada di tahta Sorga (ada yang menyebut sebagai tahta berada di Out of Sorga langit ketujuh) --dimana suatu hal privilase bagi saya boleh memanggilNya dengan sebutan *Bapa, Abba*. Khalik pencipta segala langit dan bumi.

Keterhubungan relasi seperti inilah yang membuat Spiritual man memancarkan kasih murni setia dan kebenaran, keindahan karakter _(beautitudes)_ kepada sesama manusia, alam dan lingkungan. 

Diberkati dan menjadi berkat dari lingkung transformasi terkecil hingga yang paling besar.  _Dari buana alit hingga buana agung._

Jika kelak manusia Pancasila seperti digambarkan melalui keterhubungan2 relasi ini, maka bisa dibayangkan bagaimana _hidup berkelimpahannya_ Negeri Pancasila gemah ripah ini saat menuruti rancangan agungNya.

Shalom rahayu horas kasih.

🙏🙏

Hans Midas Simanjuntak.

#spiritualitas

#spiritualman

#negerigemahripah

#manusiaPancasila

#hidupberkelimpahan

Foto udara Pulau Alor NTT

Foto udara Pulau Alor NTT
Photo, 2007