Saturday, December 10, 2005

Pandangan Saya Terhadap Bisnis MLM

Terima kasih dan apresiasi saya terhadap pandangan2 dari para advisor serta pelaku yang mentraining system dan produk MLM ini. Benar, bicara mengenai system dan produk selalu ada segi kebaikan dan keburukannya. Di bidang atau domain hidup apa pun selalu kita hadapi.
a
Namun, yang meski kita pikir bagaimana untuk kepentingan iman Kekristenan kita, segi pembelajaran dan untuk kepentingan orang banyak kita mesti bisa berupaya memperbesar manfaat positif yang ada, sekaligus mampu meminimalisasi sebesar mungkin segi2 negatif serta ekses2 tidak baik yang ditimbulkan oleh metodology itu (seperti yang disampaikan oleh seorang rekan yang saya ingat dalam satu group milist "Hancur karena MLM").

Sebab itu jikapun mau diadakan khususnya di kalangan kelompok2 tertentu sebuah Seminar tentang MLM ini, mungkin pendapat saya bukan yang bersifat ansich promosi MLM. Dari banyak kalangan di berbagai daerah, saya lihat sudah banyak yang berinteraksi dengan MLM, baik dalam pengertian yang sedikit maupun mendalam.

Menurut hemat saya, mungkin perlu dianalisa dalam seminar ini secara kritis bagaimana pendapat dari berbagai sudut pandang. Dari cara pandang mikro: segi bisnis (sales, marketing/promosi/pola distribusi), namun juga perlu nara sumber dari perspektif iman Kristen/theologi, suara hati/filosofi, politik-ekonomi makro serta orang dari background sosiologis guna melihat dampak langsung diterima oleh banyak keluarga dan masyarakat luas. Jika seminar yang seperti itu, dengan nara sumber berbagai sudut pandang, mungkin akan banyak berguna bagi berbagai kalangan (pengikut MLM dan non-MLM), terutama yang sedang membutuhkan.

Mengenai "sub" MLM "money-games" atau "kavling-games" saya kira itu sudah banyak yang tahu bahwa itu permainan, penipuan, mungkin tidak terlalu urgen dibahas. Meski tetap banyak saja yang telah jadi korban. Namun, yang perlu dianalisa-kritis adalah "sub" MLM yang telah memiliki produk nyata dan methodology system yang ajeg (baku, standard). Ini pun, kalau kita mau kritis melihat, cukup banyak dampak negatip dan eksesnya. Bukan saja teori, tapi bisa kita lihat pengalaman di lapangan.

Namun hemat saya, semua kembali ke orangnya ya, ke masing2. Intinya kalau produk itu baik dan cocok harganya (utk MLM dgn produk dan system yang sudah standard), orang pasti akan kembali re-buy. Demikian juga dengan systemnya, jika pola distribusinya sehat, adil, membuat lebih sejahtera dan output orang2 yang menjalankannya ternyata lebih banyak yang menjadi lebih sejahtera, pasti orang akan mengadopsinya. Apalagi bila dampak kpd perekonomian lokal-wilayah-negara secara makro bagus, pasti system itu akan dituruti dengan penuh motivasi dan hati aman damai-sejahtera.

Hemat saya, mencari system atau metodologi yang tepat-baik-benar, inilah yang menjadi tugas kita. Manfaat jauh lebih besar, eksesnya sedikit saja kalau perlu jangan ada. Jangan sampai menimbulkan isu pro-kontra yang berkelanjutan bertahun-tahun (10-20 tahun terakhir). Dari sisi produk, jika bisa menurut hemat saya, bisa dihasilkan produk yang local-content nya lebih banyak dari negeri sendiri. Sehingga mampu menggerakkan sektor riel dan usaha-usaha mikro, yang mampu mendongkrak GDP/kesejahteraan lokal-wilayah-negeri ini; shg daya saing lokal, pertumbuhan ekonomi, kewirausahaan produsen lokal, pemanfaatan teknologi produksi di lokal, pengangguran dan lapangan kerja bisa teratasi.

Belajar dari pengalaman di banyak lokasi dan wilayah, tidak ada komunitas atau wilayah bisa maju, tanpa upaya investasi langsung, mendorong orang jadi SDM entrepreneur terutama dalam desain dan produksi (skala sekecil apa pun), tidak hanya sekedar menjadi "kulakan" atau distributor. SDA di lokal-lokal kita masih relatif limpah. Teknologi tepat perlu diadopsi di wilayah tsb.

Namun, kalau orang mau terjun hanya ke sektor pasar uang, saham dan sejenisnya serta memperbanyak orang2 yang bergerak di sektor distribusi langsung, sah-sah saja. Secara individual orang itu bisa kaya, namun secara agregat komunitas dan lokal wilayah, akan sulit sekali untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang diharapkan.

Sekali lagi ini pilihan. MLM sebagai produk & system pun suatu pilihan. Orang mau mutuskan memilih atau tidak MLM (dengan produk & system tertentu), itu kembali kepada masing-masing, tentu setelah mengkalkulasi semua resikonya. Socrates, filsuf Yunani berkata: "Jika sesuatu di dalam hidup ini tidak dilakukan dengan berpikir terlebih dulu, apa yang pantas untuk dijalani hidup ini".

Salam,
Hans Midas Simanjuntak (HMS) :)

No comments:

Post a Comment