Sunday, July 29, 2007

Thinker Kristen Saya Yakin Sedang Bertumbuh Kembang Sekarang.

Thinker Kristen menurut keyakinan saya kini sedang ditumbuh-kembangkan sekarang, terutama sejak 10 tahun terakhir atau tepatnya 5 tahun terakhir. Kita terutama di tanah air, mungkin tak perlu harus 'terus-menerus' selalu berada dalam padang gurun atau 'jaman terowongan kegelapan' menanti 'sejumput pijar terang di ujung terowongan'.

KIta harus yakin dalam pergumulan demi pergumulan spiritualitas kita, bahwa akhir tapal batas 'padang gurun' akan tidak lama lagi dijumpai. Generasi2 muda telah lahir, tumbuh dan kembang! Bak pelari marathon 10k atau 20k sekarang kita dan 'anak cucu', 'sahabat' 'murid' dan 'anak2 bangsa' bukan lagi berjalan pelan tapi perlahan tapi pasti mulai berlari.

Kekristenan realitas yang masih fragmented, hemat saya bisa disiasati ke depan mulai saat ini dengan suatu solusi memulai dari diri kita, baik selaku pemimpin, pemikir atau umat untuk berpikiran untuk permasalahan yang dihadapi di dunia dan society, dengan cara pandang geosentrik, yang utuh (integrated, holistik), ketimbang hanya 'single sectoral sentrik' , 'berbasiskan hanya 'satu cabang disiplin ilmu sentrik' atau bahkan 'berbasiskan hanya etno sentrik. Ini tidak gampang, karena pemikiran modernism telah sangat merasuki banyak orang lewat cara pandang spesialisasi atau super spesialisasi penguasaan di satu bidang keahlian atau satu bidang minat saja. Alasannya karena industrialisasi, fabrikasi, pentingnya memiliki differensiasi ciri khas di tengah lingkungan yang hyper-kompetisi.
Kata kunci modernisme adalah daya saing, keunikan. Jika ini tetap dianut, sulit sekali tercapai lingkungan yang kooperatif, kolaboratif semesta, bekerjasama bersama2 bekerja dan bekerjasama (pemaknaan ulang dari 'gotong royong').

Pemikiran Kristen (Christian mind) era sekarang dan ke depan, seharusnya sudah perlu berubah, dari paradigma menilai keadaan sebagai kompetisi atau hyper-kompetisi kepada paradigma baru 'koopetisi' (koperatif bekerjasama bersama2 bekerja namun sekaligus tetap membangun suasana kompetisi dalam artian 'berlomba' dalam perlombaan yang baik, bagus dan benar).

Dalam global event transformation 66 negara yang terakhir yang saya ikuti April 2006 lalu, Christian Transform World (www.transformworld.com), dan khasanah Christian studies (worldview) telah sepakat untuk menelurkan konsep, teori Kristen atau istilah yang disebut " "Christian governance" dan atau "Marketplace" yang mengintegrasikan secara utuh 'lengket' bidang2 (spheres) theologia/gereja, pendidikan, ekonomi dan politik/pemerintahan, termasuk mencakup hukum2 publik di dalamnya. Keempat atau kelima bidang2 (spheres) ini tidak bisa jalan sendiri2, tapi 'merapat' dalam kerapatan yang kohesif. Kerapatan ini bisa bersifat 'melting pot' (membaur, tapi tidak berarti kacau balau anarkhis'), bisa bersifat 'gado-gado'; yang jelas tidak tersekat-sekat mati oleh pilar2 fanatisme bidang, keahlian, sektor yang tidak perlu.

Jika kita mulai menggunakan serta mengangkat membudayakan terminologi "Marketplace" dan "Christian governance" mulai dari sekarang di antara umat, pemikir dan pemimpin, maka fragmentasi dalam Kekristenan akan teratasi, dan untuk 10-20 tahun ke depan fragmentasi akan hilang. Gerakan2 refleks, dinamik, kelenturan dan totalitas dalam pergerakan pelayanan dari semua umat Tuhan di berbagai lapangan praktis dan praksis kehidupan akan nampak luar biasa.

Salam pelayanan dan pencerahan bersama
Hans Midas Simanjuntak (HMS) :)

No comments:

Post a Comment