Tuesday, October 28, 2008

Perspektif Saya dalam Menyikapi Perdebatan yang Sangat Tajam.

Salam hangat dan damai kepada kita semua,

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan kepada kita semua warga Indonesia/NKRI: "Selamat Hari Sumpah Pemuda 80 Tahun (1928-2008).

Tema ulasan saya ini adalah menyangkut bagaimana perspektif saya dalam menyikapi suatu diskursus ataupun perbedaan yang sangat tajam.


Begini. Dalam berbagai kesempatan interaksi dan komunikasi baik di dunia maya maupun dunia riel, kadang kita bisa berbeda, terutama yg sy soroti adalah dalam hal fokus perhatian dan prioritas bahasan. Tak hanya dalam mengupas suatu topik atau isu tertentu. Khusus dlm kaitan dgn threads perdebatan, mungkin saja kita bisa beda dlm fokus perhatian dan prioritas itu dlm menyikapi subyek2 bahasan.

Kesamaan yg mungkin ada yang perlu kita pikir dan pahami adalah, kita barangkali punya hasrat yg sama agar kita beserta teman-teman kristen indonesia anak bangsa khususnya disini, bisa punya sikap kritis, cerdas, sekaligus berkesadaran thd berbagai sumber informasi yg masuk ke dalam hati, otak dan pikiran kita.

Kalau fokus perhatian dan prioritas saya dalam perdebatan yang menjurus tajam, yg bisa saya ungkapkan adalah bagaimana agar seluruh pihak yang terlibat, dapat secara bersama-sama "spooring" atau "aligned" mjd suatu movement bersama - yg lebih terarah dan terorganisir - dlm rangka melakukan transformasi bertahap bagi kemajuan bangsa dan anak bangsa di Indonesia (bahkan dimana pun).

Bidang2 fokus yg diharapkan diretas dewasa ini, adalah lewat program2 riel yg berfokus pada:

(1) Sosial, pendidikan dan media/budaya,

(2) Ekbis dan teknologi, dan

(3) Politik dan kebangsaan.


Khusus di salah satu bidang fokus (3) Politik dan kebangsaan, ada harapan saya dan mungkin teman-teman lain juga, bagi terbentuknya semacam pusat kajian, bahasan-bahasan diskusi dan publikasi. Diskusi dan perdebatan di bidang ini, tentu bisa kemungkinannya kelak menjadi cikal bakal terwujudnya harapan ini.


Namun, tak hanya bidang fokus ini. Bidang fokus lain, yi program riel di bidang (1) Sosial, pendidikan dan media, serta (2) Ekbis dan teknologi juga mjd fokus perhatian sy dan mgkn teman-teman lainnya juga.


Bilapun ada perdebatan khususnya terkait bidang 3 yi bid Politik dan kebangsaan di suatu forum, sy kira merupakan hal yang normal, lumrah dan wajar-wajar saja. Namun yg menjadi harapan saya dan fokus perhatian saya (mungkin juga sbgn teman-teman lainnya), agar semangat kesatuan (unity) utk pencapain allignment secara bersama, tetap bisa terjaga. Karena hakekatnya, kita ingin dipanggil dalam tugas transformasi dan kemajuan bangsa & anak bangsa ini, untuk bersatu, ditengah kepelbagaian perbedaan2 yg kita punya. Bukan utk bercerai, atau tercerai berai. Saya sadari memang utk mencapai atau memelihara kesatuan (rohani dan jiwani) ditengah berbagai perbedaan yg memiliki kesenjangan ckp tinggi, tidaklah mudah, namun bukan merupakan hal yang mustahil, jika kita mau berupaya bersama serta mengandalkan Dia dlm antero eksistensi kita.


Kalau dibilang kita semua mgkn banyak berbeda, ya mungkin iya ya. Misal dlm aspek latar belakang pendidikan, mgkn tingkat kedewasaan iman, sifat/karakter, ltr blakang keluarga, usia, gender, disiplin ilmu, pikiran, perasaan, kehendak, wawasan, style, cara berkomunikasi, denominasi atau aliran, school of thoughts, partisan dan non partisan, kepentingan, perspektif, preferensi, garis ideologi sekalipun, dst.


Nah, mgkn yg kita perlukan selain bisa terus berbeda, selayaknya kita juga punya upaya utk mencari kesamaan2 shg dpt terus berelasi, beraliansi dlm suatu alliance. Kita sebenarnya sudah punya kesamaan2: satu Tuhan, Kristus yg satu. Diharapkan juga memiliki kesamaan dlm visi, misi dan platform sbgmn yg telah diinfo mengenai perjuangan pelayanan, juga dlm hal Christian values yg kita anut bersama, dimana nilai2 itu sebenarnya juga bersifat universal.


Komitmen berelasi dan beraliansi dlm suatu aliansi dalm berbagai perbedaan sy kira menjadi hal utama dan penting mjd fokus perhatian. Saling mengenal secara personal, komunal dan sosial, membangun komunikasi yg positif, pemahaman dan saling pengertian mjd sangat penting disini. Utk mencapai satu maksud dan tujuan disertai upaya2 yg lebih kongkrit dan mgkn lbh terorganisir. Agar mencapai hal ini, maka spanjang kita mampu, maka kita akan berusaha seoptimal mungkin, agar tidak satupun dari para anggota yg berelasi atau beraliansi mengalami bentuk relasi dan komunikasi yg tercederai bahkan rusak.


Untuk memulihkannya, mgkn akan memakan waktu yg cukup lama. Pemikir, filsuf Barat utk era transisi Modern dan Postmodern, Jurgen Habermas menawarkan pola rasionalitas komunikasi, utk solusi menjembatani hubungan komunikasi dan relasi yg ckp sulit utk "diselamatkan". Namun, saya mungkin melihatnya tidak hanya melalui bentuk rasionalitas komunikasi, boleh dilakukan. Tapi juga melalui spiritualitas komunikasi, dan bisa juga lewat kulturalitas komunikasi. Dlm bahasa kristiani spiritualitas komunikasi srg disebut sbg Agape komunikasi. Agape atau Agapao', yg sering diterjemahkan sbg Divine Love, mengandung elemen yg sangat vital. Ada nilai kebenaran (truth, alithea) disitu, ada nilai anugerah, kasih karunia (grace), ada nilai welas asih (mercy). Agape juga meliput to give and take, to forgive, segi etika moral, dignitas dan berkeadilan dst. Menyangkut semua hal dlm diri manusia: pikiran, perasaan, will, intuisi, naluri kepekaan sosial, toleransi, kesatuan hati sekaligus niat (tmsk niat tampil beda), hati nurani, dst. Proses kedewasaan dan pendewasaaan manusia2 kristiani scr bersama akan mengarahkan kpd semua elemen2 vital ini utk dimiliki, tanpa terkecuali.


Kulturalitas komunikasi dpt ditempuh sbg contoh lewat pemahaman kesamaan kultur, termasuk identitas dan kepribadian. Seperti kesamaan sbg anak bangsa, sbg sesama pengikut Kristus, sbg indonesia. Maka karena itulah, tepat dikatakan bila aliansi ini dinamakan aliansi kristen indonesia anak bangsa, sbg dasar platform dan wawasan kulturalnya.


Demikian penjelasan umum dan mgkn ckp strategis yang dapat saya utarakan dlm kesempatan ini. Kiranya Kristus, gembala agung dan Tuhan kita senantiasa yg membimbing dan memimpin kita semua!


Salam Agape, HMS :-)

No comments:

Post a Comment