Wednesday, October 28, 2009

Salam "Soempah Pemoeda" 2009

Pemuda, perannya menjadi sangat penting dan strategis pada hari-hari ini. Sama halnya dengan waktu founding-fathers bangsa dan pemimpin2 kristen indonesia senior kita eksis pada periode2 awal Indonesia.

Pemuda (dan juga remaja) menjadi suara (yang mewakili) masa depan Indonesia.
Suara yang saya boleh sebut: suara kemandirian. Suara perjuangan menuju kemandirian bangsa, gereja tubuh Kristus, society. Yang pada gilirannya benar-benar mengarahkan kita selanjutnya kepada makna kedaulatan (sovereignty) .

Pemuda, dekat dengan teknologi. Aplikasi teknologi. Dekat dengan kreativitas dan inovasi.

Dekat dengan kondisi. Kondisi kebugaran suatu bangsa (freshness of the nation).

Pemuda sehat, sehatlah bangsa. Pemuda sakit, maka sakitlah bangsa.
Pemuda, mesti diakui menjadi salah satu pihak, komunitas, society yang paling dekat dengan Demokrasi, gerak demokrasi. Maka, di tangan pemuda pula Demokrasi dapat berproses berkembang jauh lebih baik dan lebih semarak.

Pemuda juga yang diharap menjadi penerus jati diri bangsa. Pemuda sangat erat mengait dengan budaya. Budaya lokal, budaya nasional, budaya mengglobal.
Pemuda, penjaga tradisi bangsa, keindonesiaan. Pemelihara tradisi gereja, christianity traditions dalam arti luas.

Kini, hari-hari ini, Pemuda tidak dapat lagi hanya menjadi bagian marjinal dari tubuh bangsa, gereja tubuh Kristus, dari society.

Pemuda, suara pemuda wajib kita dengar!
Wajiblah pemimpin2 di sektor publik, privat maupun masyarakat sipil untuk mendengarnya!

Bila Pemuda bersatu, maka bersatulah bangsa, gereja, civil society.
Bila Pemuda bangkit mentransformasi diri dan maju, maka akan demikianlah suatu Bangsa dan Bahasa.

Pemuda. Suara yang pasti dan akan terus mewakili masa depan bangsa dan gereja.
Maka, tidak heran meski banyak kaum yang telah bertambah tahun usia
ingin tetap bersama pemuda.

Bersama Pemuda, mari segenap kita, merajut masa depan.


Salam Soempah Pemoeda 2009.

28 Oktober 2009.

No comments:

Post a Comment