Wednesday, December 9, 2009

Bersih dari Korupsi: tanda Pertobatan & gaya hidup Kristiani.

Rekan2 ytk,

Hari ini, 9 Desember 2009 hari Anti Korupsi Sedunia.
Mari kita rayakan bersama "Hari Raya" Anti Korupsi. Maka setiap ungkapan, ekspresi, cara dan inovasi dari kita setiap warga elemen anak bangsa dalam merayakan hari raya ini dengan aman, damai dan transformatif, kiranya patut untuk dihargai. Demi bersihnya 'udara' serta 'nafas' kita dari pengap, kotor dan tidak sehatnya lingkungan pekerjaan, usaha, pelayanan dan kehidupan sehari-hari.

Jika iman dan spiritualitas Islam (spt yang biasa kita dengar) mengajarkan "Kebersihan adalah sebagian dari Iman", maka iman dan spiritualitas Kristiani mengajarkan kita "Kebersihan adalah tanda pertobatan dan gaya hidup".


Iman dan spiritualitas Kristiani sangat mengajarkan akan pentingnya hati bersih, niat dan tindakan bersih, hidup bersih. Bersih dari tindakan, niat dan pikiran korupsi. Corruptive mind. Pertobatan, repentance is a must. Bersihkanlah aku seluruhnya.. ., kata raja Daud.
Tahirkanlah aku.. Bersihkanlah aku dengan hisop, maka aku jadi tahir.. basuhlah aku shg aku jd lebih bersih.. lebih putih dari salju!


Bukan hanya pertobatan diri sendiri, tapi pertobatan kolektif.
Pertobatan nasional. eperti yang telah dilakukan oleh bangsa bukan Israel (Niniwe) di era profetis Yunus. Ini menjadi persembahan, dedikasi, yang semestinya dilakukan terus menerus oleh tiap orang Kristiani percaya. Menjadi gaya hidup, lifestyle!


Biarlah hari ini jadi momentum baru. jaman baru.
era dimulainya, Indonesia bersih.
Generasi (baru) bersih.
gereja Bersih.
pengusaha bersih
politik negara pemerintahan bersih


Dibersihkan terus dan terus.., menjadi tahir dengan hisop!
Bersih dari Korupsi: telah mjd tanda pertobatan & gaya hidup kristiani kita.


Salam bersih dari Korupsi,
HMS :-)


Komen-komen:


Kompilasi emails tanggapan :

------------ --------- ----
From SM

Bung Daltur,kelihatannya anda atau saya salah mengartikan tulisan anda dalam menyikapi pidato RI 1 yg mengatakan Pemerintah akan menjadikan di Republik ini 0 korupsi,Dimanapun di dunia ini keadaan Ideal itu tidak akan mungkin ada dan yang penting menurut saya Tindakan yang Benar,Keras, Konsisten dan memenuhi rasa keadilan itu yang perlu dan masih mungkin diterapkan di Republik ini,harapan ini perlu didorong pertama dari diri kita dan alumni-alumni Persekutuan Kampus,Gbu

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


------------------------
From: DR
Date: Wed, 9 Dec 2009 10:47:22
>
Apa ya artinya negara bersih dari korupsi?
Apakah artinya sama sekali tak ada korupsi disegala bidang dan lapisan?
> Mungkinkah? Atau Apakah artinya selalu ada tindakan hukum yang tegas terhadap mereka yang korupsi?
>
Negara mayoritas kristen manakah yang tidak ada korupsinya? Amrik??
Inggris??
Media membuktikan ada saja orang2 yang melakukan bentuk2 tertentu dari
korupsi.
Dan mereka diadili.

Negara China sangat tegas dalam menindak koruptor. Dan hukumannya berat.
Apakah karena di China ada pertobatan nasional atau adanya penegakan hukum yang tegas?

Just a reflection.
Daltur

------------ --------- ----

From: H Sig.
Date: Thu, December 9. 2009 11:22 AM

Amin..! Saya yakin Tuhan pasti bukan jalan meskipun harus berani tampil beda dengan hidup jujur.

Mengapa harus meragukan (band. : "Kalau.... kalau...") akan berkat yang Tuhan akan limpahkan bagi setiap anak-anakNya. Ia menerbitkan matahari dan memberi hujan baik pada orang baik maupun orang jahat. Bunga di ladang saja Ia hiasi terlebih kita akan diberikan apa yang kita perlu.

Salam integritas,
^hit

------------ ----

From: DS
Thu, 10 December, 2009 14:56:27

Satu hal juga yang perlu diingat oleh para koruptor-wan dan koruptor-wati bahwa Tuhan tidak tidur dan Tuhan tidak mati. Matanya mengawasi seluruh muka bumi. Apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai. Benih korupsi ditabur, yang tumbuh mendatangkan panen malapetaka. Benih kejujuran ditabur dan mendatangkan panen damai sejahtera. Puji Tuhan kalau kita diberikan kemauan dan kemampuan untuk hidup jujur.

---------
From: Sangihe Willy
Date: Tue, December 11, 2009

Eeh bapak...kita himbau juga para saudagar, usaha, orang2 bisnis makelar dan yang punya duit:
MARI JANGAN RUSAK DIRI KITA.. MERUSAK DIRI ORANG LAIN SERTA KARIR KERJAANNYA DENGAN UANG KITA.. DENGAN DUIT KITA
ya pAK, stop korupsi
Salam merah putih
willy
------------


From: Gurman wrote:
Date: December 10, 2009

Salam hangat,
Terima kasih pak pendeta untuk tulisan ini. Kiranya gaya gereja yang terlalu mudah "mengucap syukur" semakin kritis. Jika kritis, maka waktu persidangan, tidak ada ucapan bahwa dana itu di bagi-bagi ke gereja. Lagi pula, untuk apa sih korupsi?.Â
>
> Toh, kebutuhan kita tercukupi kok. Terlalu kenyang juga kagak enak. Kalau bayak rumah dan harta lain, kita kuatir juga kena gempa. Semakin banyak harta makin tinggi kekuatiran?.
>
> Menurutku sih, kita kembali ke doa bapa kami aja.
> Terima kasih,
> Gurman
------------ ------

From: Surya
Date: Wed, December 9, 2009

Amin bang, kita bergerak, dunia pasti ikut bergerak, karena kita ada utk mengubah dunia. Amin
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-------------
From: Sangihe Willy
Date; Wed, December 9, 2009

Eeh.. Samua bisa diatur... atau kita orang bilang TAU SAMA TAU (TST) itu yg MUSTI DISTOP, BEROBAHLAH..
Itu tau sama tau, biasa antara orang bisnis makelar dengan orang2 pihak instansi yg pegang wewenang atau ijin-ijin, sertifikasi, surat rekomendasi dan laen-laen.
ADA KEBUTUHAN, ADA JUAL-BELI.
TAPI MASALAHNYA, SEMUA JUAL BELI INI ILEGAL DAN HASIL JUALAN MASUK KANTONG SENDIRI DAN SETORAN KE ATASAN ATO BOSS.

salam merah putih.


From: Indra Cool
Date: Wednesday, December 9, 2009

pagi fellas..
Heuheuheu... di kita sih pragmatisme diartikan laen. tujuan bisa diatur (kayak bank century itu tuh).. proses atawa cara juga yach.. makanya banyak makelar (makaler apa aja ada di kita.. makanya disebut "apa yang loe mau gue adain.." gitu semboyannya, heuheu.)
Nilai agama juga sukanya hanya simbol doang di tempat kerja. Ada salib, ada tasbeh, ada mukena, ada sajadah, ada langgar and so on.. tapi kinerja ya tetep aja... (memble yach..).
manajemennya? manajemen 'semua bisa diatur" kalee yach.. disingkat manajemen SBD
wakakak...

------------ --------- --------- ---

From: hosny K wrote:
Date: December 9, 2009


Komentar sebagai pertimbangan.

Di work place, memang nilai pragmatisme historisnya diwakili oleh mazhab sekuler management by objective (MBO). penganjurnya Amerika, filsofnya juga Amerika didukung oleh teknologi tinggi amerika.

Sedang, jepang dikenal dgn mazhab management by process (MBP) tercermin dalam konsep bekerja mereka, total quality control atau pengembangannya total quality management (TQM). Nilai2 religi bangsa jepang (Shinto/budha) misal yang mengedepankan nilai kesatuan kerja -- work unity, dsjensnya ) secara tidak langsung.., berikut mentalitas etika kerja mereka, terkandung dlm MBP dan TQM.

Bagaimana konsep dan filosofi manajemen bangsa Indonesia?
bgmn konsep religi islam? konsep religi kristiani?
brngkali masih agak sulit untuk memberi batasan pendefinisian dan penilaian untuk Indonesia, meski mgkn bukan brarti tdk bisa::
tkssh/

Hosny k>

------------ --------- -
From: Ingrid Permatasari
Date: December 9, 2009

pembersihan itu, spt dikatakan, selalu dimulai dari 'rumah allah' ya......

------------ --------- --

From: Harry B
Date; December 9, 2009

Kawansku, aliteias,

tertarik..., bukan hanya lembaga negara harus bersih dari korupsi.
tapi Gereja pun sdh saatnya bersih, bersih dari Korupsi.
tujuannya: pencegahan terjadinya kebocoran kerugian uang lembaga atau institusi akibattindak kecurangan, pemaksaan (halus atau kasar) atau pendeknya, korupsi !!

kalau begitu.., Gereja bersih dari Korupsi?.
itu berarti: seluruh penghasilan pendeta dan staf (sebesar apapun, atau sekecil apapun), harus dipotong pajak penghasilan sesuai aturan hukum yang berlaku. Tdk mungkin pejabat/pekerja gereja hanya taat pd Surga di atas, tapi tdk taat pada aturan pajak dan petugas pajak negara.
Bukan hanya penghasilan pendeta, tapi perpuluhan, kolekte, realisasi janji iman dlsb pastinya dikenakan potongan pajak sebagai pemasukan Gereja.

itu berarti pengeluaran layak untuk dicatat, dan terkendali pencatatan akuntansinya. dipertanggung- jawabkan secara transparan ke seluruh jemaat, demi akuntabilitas pendeta/pejabat gereja sendiri scr official di depan jemaat, selanjutnya ke publik luas (yg mendengar ttg perkembangan Gereja tsb).

Itu berarti Gereja yang punya unit-unit bisnis dan harta/aset2 baik harta bergerak maupun tidak bergerak (tanah, gedung, center, dll), pastinya mempertanggung- jawabkannya sesuai aturan UU Gereja yg berlaku; membuat laporan konsolidasi keuangan secara teratur dan bertanggung- jawab demi akuntabilitas di hadapan jemaat, selanjutnya di hadapan publik secara legal dan hukum perundang2an yang berlaku.

Itu berarti, pimpinan Gereja endorong pengawas harta gereja, akuntan publik, tim audit independen untuk melakukan verifikasi berikut penyelidikan2 bila terjadi penyimpangan2 terkait penggunaan keuangan (spt uang sidang, uang rapat, uang perjalanan pejabat gereja, dll), secara legal menyangkut pengaturan harta gereja.

salam damai dan anti-korupsi.

Harry B++

------------ --------- -----
From: HL
Date: December 10, 2009


Sepertinya susah berbisnis dengan sesama orang Kristen, kenapa ya?

Kemungkinannya:

1. Kalau main bersih, jadi nggak dapat tambahan dari vendor (supplier) yang orang kristen

2. Kalau main bersih kemungkinan besar tidak pernah dapat project, sementara biaya operasional kantor, gaji, dan kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. Kalau tujuannya hanya bersih tetapi tidak mendapat project, siapa menanggung costnya. Tetap bertahan? pakai apa?

Kalau sesama kristen nanti jadi ketahuan nggak bersihnya... .jadi hindari saja.

Terus gimana dong jadinya?

------------ --------- --------
From: Kur Mks
Date: December 10, 2009

Yaa..., main bersih, main fair, paling enak. sperti pd permainan sepakbola saja khan.
namun mesti diakhiri dengan tercetaknya gol-gol indah.
so, sekedar main cantik saja tidak cukup.
Main bersih, fair dan gol-gol tercetak secara terencanalah yg diharapkan.

jika saja semua yg menyebut diri kristen saja di NKRI, yg tinggal di indonesia, cari rejeki di tanah nusantara, mau saja komitmen main bersih (bersih dr korupsi, suap, sogok, peras, kuras, kongkalikong, hanky panky dst..),.... mau komit main fair (baca: main scr legal, etis, tdk naive dan vulgar) maka pasti maju, sejahtera dan kayalah setiap keluarga di bangsa ini. salam fairness dan bersih. K



------------ -------

From: H.Sig
Ini komitmenku:
Mulai hari ini bersih dari korupsi waktu!
Salam perjuangan,
^hit

------
From: A. Sy
Date: December 10, 2009

ya betul Mas Hit. harus yakin, ga kalo kalo (dr dulu ya kalo terus..)
mulainya jg dr diri kita dan lingkungan terdekat kita yo.
anak2, suami, kelg besar, komunitas, lingk kerjaan smpe deh ke pejabat2
dan hartawan/ salam dr mergangsang

------------
From: DS
Date: December 10, 2009

Satu hal juga yang perlu diingat oleh para koruptor-wan dan koruptor-wati bahwa Tuhan tidak tidur dan Tuhan tidak mati. Matanya mengawasi seluruh muka bumi. Apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai. Benih korupsi ditabur, yang tumbuh mendatangkan panen malapetaka. Benih kejujuran ditabur dan mendatangkan panen damai sejahtera. Puji Tuhan kalau kita diberikan kemauan dan kemampuan untuk hidup jujur.


--------------------
From: Hans Midas Simanjuntak
Date: Friday, December 11, 2009, 9:20 AM


Terima kasih ya untuk tanggapan/respons rekan sekaitan topik ini.
(kompilasi mails tanggapan slngkapnya sy sertakan di bawah).


Yup, harapan saya, dan mdh2an jd harapan kita semua, bersih dari korupsi jadi tanda yg nampak d terasa dr perubahan kesadaran & mindset kita bersama. Selain melalui pendekatan 'justice for truth' lewat hukum dan upaya politik, ini jd gerakan kultural yg dinuansa dikawal oleh kesadaran bersama berbasis kepekaan spiritualitas.

Jika saja dari kita yang ada disini, dari individu kelg di rumah2 tangga, lalu media.. pengelola acara/program televisi, pembikin sinetron, film,.. kemudian guru2 pendidik rohaniawan tetua adat. tokoh sipil, para boss manajer superintenden atasan2 perusahaan.. ., mau tahu dan mampu secara bersama nyebarkan pesan2 inti :

Bahwa kekayaan harta jabatan, kemapanan kenyaman fana terbatas.. bukan (lagi) mrpk top-priority dan tujuan final untuk dikejar dlm hidup & kehidupan di planet ini!

Jika saja kita dpt menjelaskan mell sistim 'gethok tular' (word of mouth communication) bahwa top-priorities dlm kesempatan hidup di dunia yg nga boleh diabaikan, adalah pentingnya:

- Kerja keras dan berjuang (striving, surviving, fighting)
- Belajar.. jd pembelajar aktif spanjang hayat, spanjang tempat (dengar, pikir, menimbang, bicara, nulis, kasih argumen, dst)
- Kejujuran dan bersihnya hati, kepikiran
- Mindset fairness, adil di pikiran.. sportif dlm tindakan, yi dlm self development, dlm hidup kebersamaan dgn orang lain d orang banyak
- Disiplin, fokus dlm meraih standard. raih keterampilan, pengetahuan, wawasan, kompetensi dan reliance (kemandirian) .

Maka, saya sgt yakin mdh2an rekan jg begitu. bhw jagat2 spt dunia profesi, dunia usaha d jasa, politik birokrasi instansi, ranah hukum pastinya akan lebih cepat bersih dari virus bencana korupsi. Peran gereja, masy dan bangsa jd lebih baik!

Gerakan kultural bernuansa kesadaran dan spiritualitas ini, boleh jadi mjd budaya lokal terbaharui di antero pnjuru tanah air, jd suatu budaya nasional baru dr indonesia.

Tksh dan salam bg kita semua.
HMS :-)

--------------------
From: Hasudungan Limbong
Date: Friday, December 11, 2009, 11:31 AM


Terimakasih bang Hans telah mempreview.

Pikiran saya sederhana saja, kita datang dari berbagai latar belakang dan pengalaman yang berbeda, kitapun menyadari bahwa sesungguhnya karena anugerah Allah lah kita mendapat pengampunan dari kehidupan kita yang telah mati karena dosa, sebagaimana efesus 2.

Sekarang, bagaimana secara bersama-sama kita membentuk suatu kegerakan (yang tidak harus digembor-gemborkan) untuk membentuk suatu RANTAI KEJUJURAN. Dari rantai kejujuran ini kita akan bersinergi, boleh sesama pebisnis yg sama bidangnya saling membentuk rantai kejujuran, kemudian antara pebisnis yang berbeda product membentuk lagi rantai kejujuran, antara customer dan supplier membentuk rantai kejujuran. Antara pelayan publik dan sesama pelayan publik membentuk rantai kejujuran dan antara pelayan publik dan publik juga membentuk rantai kejujuran. Antara masyarakat dan polisi membentuk rantai kejujuran. Saya percaya kegerakan ini akan menjadi dahsyat dan menjadi "WINNING TOGETHER"

Mari kita mulai sekarang! Saya tawarkan, saya sebagai supplier diantaranya untuk machinary, valves, fabrikasi, dll dan distributor produk IT mencari patner maupun customer yang mau menerapkan RANTAI KEJUJURAN! Ada yang berminat? Silakan hubungi saya, untuk segera kita action daripada terus mendiskusikan tanpa konklusi...

Saya teringat kepada seorang pengkhotbah terkenal mengatakan "Konklusi tanpa Diskusi adalah otoriter, Diskusi tanpa konklusi adalah membingungkan"

Dan seorang pengkhotbah terkenal lain mengatakan banyak yang tergerak tetapi tidak bergerak.
Mudah-mudahan kita tidak sekedar hanya tergerak saja dan tidak bergerak, tetapi tergerak dan bergerak!

Salam kegerakan

HL

------------------------

No comments:

Post a Comment