Monday, August 20, 2007

Menyoal Buku TL Friedman "The World Is Flat", Implikasi bagi Gereja.

Apa yang ditulis Thomas L Friedman ini - "The World is Flat" atau lebih sederhana "The Overall Structure is Flat" mungkin sebenarnya bukan isu yang terlalu baru. Apalagi bagi orang2 yang telah terbiasa terjun di dunia IT, seperti software engineers, web designers, multimedia, telekomunikasi dan knowledge management base.

Terutama sejak computer science sangat berkembang sampai melesat ke bidang IT, telekomunikasi multimedia dan knowledge management di Barat sejak akhir 80an dan awal 90an. Seperti 'biasa' kita di Indonesia selalu terlambat ketinggalan lk. 10 tahun satu dekade.Namun bersyukur hadir juga buku Friedman itu sebagai bahan pembelajaran.

Revolusi IT multi media knowledge management bukan saja mampu mengubah mindset dan paradigma organisasi, namun terus memiliki kemampuan mengubah organ2, struktur, system pranata sampai gaya hidup suatu entitas organisasi.

Bicara organisasi, gereja yang memiliki sisi entitas organisasi sosial yang masuk/bersinggungan dengan domain publik, tidak dapat tidak harus 'segera' mengantisipasi fenomena perubahan yang cukup dahsyat ini.
Sampai kapan kita mempertahankan pola struktur organisasi yang melulu vertikal, sistem komando dan lini dari atas ke bawah. Sudah perlu dipikirkan sejak sekarang oleh Balitbang dan top pimpinan gereja suatu transformasi organisasi menuju konsep The Church Structure is Flat.

Dalam struktur 'pemerintahan' gereja selalu terjadi diskursus dikotomis mana yang lebih baik/sehat: Jemaat 'menguasai' pendeta lewat suatu institusi yang bernama Sinode, atau Pendeta yang 'menguasai' jemaat lewat institusi Penilik, Bishop atau Episkopos (strukturnya bernama Episkopal).

'"Jalan alternatif ketiga" sudah muncul sekarang dengan mindset baru The Church Structure is Flat. Memungkinkan dalam struktur gereja, antara posisi jemaat (presbiter, penatua diaken) pelayan non tahbisan, bishop episkopos (penilik, overseer) pendeta pelayan tahbisan gembala guru jemaat evangelist adalah setara, berada dalam satu bidang datar.

Lho, kalau begitu Kristus sebagai pemilik dan Tuhan gereja di mana? Kristus ada di atas semua, di atas semua posisi2 jabatan pelayanan yang equal setara berada dalam satu bidang datar tersebut.

Merupakan keniscayaan konsep The Church Structure is Flat atau Struktur Organisasi Gereja Datar akan menjadi kebutuhan bagi banyak pihak yang terlibat dalam pelayanan gerejawi. Bukan hanya untuk gereja2 di tanah air, sejak satu dekade terakhir telah menjadi wacana dan pergumulan gereja di banyak bagian dunia.

Salam,
Hans Midas Simanjuntak (HMS) (:

No comments:

Post a Comment