Tuesday, April 24, 2007

Model, Gaya2 Kerohanian (Spiritualitas) yang Dianut oleh Orang2 Indonesia Pada Umumnya, Terkait dengan Model, Gaya Kerohanian (Spritualitas) Kristen.


Banyaknya model, gaya2 kerohanian (spiritualitas) di Indonesia.
Di negeri kita ini, kalau boleh dibilang cukup banyak bisa ditemui ragam model/gaya2 kerohanian (spiritualitas) orang2 Indonesia, termasukdi antaranya yang relevan tentunya model/gaya kerohanian(spiritualitas) kristen.

Pengertian model, gaya kerohanian (spiritualitas).
Secara pengertian umum, yang dimaksud dengan model/gaya kerohanian(spiritualitas) adalah bentuk, format atau corak2 keadaanrelasi/hubungan personal-komunal yang 'cukup dalam' antaraindividu/tokoh/ suatu komunitas tertentu orang Indonesia yang dinilaitaat, relijius dengan Tuhannya (konsep Tuhan bisa monotheis, monotheismutlak/macam 'tauhid', polytheis, pantheistic) yang kemudian terejawan-tahkan di tingkat praxis keseharian yang bisa dilihat,dirasakan, dinilai oleh lingku-ngan sekelilingnya.

Pengertian model, gaya kerohanian (spiritualitas) Kristen.
Dalam konteks yang lebih khusus dalam dunia Kekristenan, yang disebut model/gaya kerohanian(spiritualitas) kristen adalah suatu bentuk, format atau corak2 keadaanrelasi/persekutuan/ fellowship/ hubungan personal-komunal yang‘mendalam’ antara individu/tokoh kristen/ komunitas kristen orangyang taat/beriman dengan TUHAN (Ibr: elohim, adonai, YHWH; Yun: theon,kurios, Bapa-Anak/Yesus Kristus-Roh Kudus) yang kemudian jugaterejawantahkan dalam peri-kehidupan mereka se-hari2 di aras praxis kehidupan - yang dapat dilihat, didengar, dipelajari, diamati dan dirasakan oleh pihak2 atau lingkungan masyarakat/publik disekelilingnya.

Faktor2 pembentuk keberagaman model, gaya kerohanian (spiritualitas).
Model/gaya2 kerohanian secara umum terutama bila kita soroti dikalangan internal kristen, ditengarai memiliki ragam model kerohanian,dan hal ini tergantung dari:

1. Pola konstruksi/ background theologi yang dibangun oleh yangbersangkutan.
2. Kiblat pembelajaran (‘school of thoughts’): tempat &tokoh referensi kepada siapa ybs melakukan proses pembelajaran.
3. Dasar/filosofi, frame of references hidup yang dipilih untukdianut.
4. Pembentukan kerohanian (spiritual formation) yang diterima.
5. Disiplin kerohanian (spiritual disciplines) yang dilakukan:doa, saat teduh, baca Alkitab, PA, bersekutu, sharing, berbakti kegereja, bersaksi, melayani, memberi, perpuluhan (teeth), mengatur waktudan keluarga.
6. Karakter dan preferensi pribadi bersangkutan.
7. Latar belakang etnis budaya, traditional background (suku,etnis/ras, timur/barat)
8. Waktu (era/jaman/generasi ). 8. ‘Habitat’ komunitas lingkungan, terutama lingkungan spiritual religius budaya tempat yang bersangkutan hidup, tumbuh,berkembang dan dibesarkan.

Model, gaya2 kerohanian itu tampaknya mirip sama, 'beda tipis'.
Secara sekilas menurut kacamata umum, mungkin model/gaya kerohaniankristen nampaknya tidak ada bedanya, mirip2 sama dengan model/gayaspiritualitas umum lainnya. Sudah semakin tidak jelas, siapa yang aselidan siapa yang sebenarnya ‘meniru’ (palsu), atau lebih sulit lagiyang ‘aseli tapi palsu’ (aspal). Mana yang betul2 spiritualitaskristen (Christian spirituality) yang bercorak theistic, dan manaspiritualitas umum yang bercorak pantheistic (disebut ‘pantheisticspirituality’ atau di era sekarang disebut ‘new spirituality’ ).

Perbedaan2 kedua golongan 'species' ini mungkin terlihat sangat tipis, jika diperhatikan/ diamati:
a. Gaya bicara, bertutur dan (mungkin) berkhotbah atau membawarenungan.
b. Gaya berpakaian, fashion, gesture tubuh dan cara komunikasilain dalam penampilan.
c. Gaya dan model tulisan baik gaya bahasa maupun content tulisan
d. Cara, gaya berdoa/sembahyang dan meditasi.
e. Pola2, prosedur2 prosesi dan alat2 ibadah/ritual.
f. Pola2 penyampaian pesan (message) rohani/spiritual.
g. Gaya musik, genre musik, lagu2 serta lirik2 nyanyian2 (berikut tari2an), oratorium, dlsb.
h. Sistem persembahan, korbanan/pengorbana n2, derma2,sumbangan2/donasi, kegiatan fund-raising (penggalangan dana), dll.
i. Gaya, corak dan jenis2 aktivitas pelayanan yang dikerjakan ditengah masyarakat/publik, umpama pantheistic spirituality/ newspirituality dilakukan, lewat:
- media konseling, konsultasi (nasib, keberuntungan, kesehatan,jodoh&keluarga.
- opsi2 penyembuhan dan pola hidup sehat (seni pernafasan, yoga,aroma th.
- opsi2 memperoleh perlindungan/ kedamaianhati/ keberaniankeselamatan diri/tolak bala, musibah/bencana (ilmu/seni bela diri,martial-arts: judo, karate, jujitsu, pawang hujan, ruwatan bumi, dll)
- media corak/genre musik dan nyanyian2, tari2an, dsb.

9 Perbedaan model, gaya kerohanian Kristen dengan Non-Kristen:
Namun, bila ditelusuri lebih dalam bisa jadi atau sejatinya terdapatperbedaan yang hakiki antara model/gaya kerohanian kristen denganspiritualitas umum non-kristen.

Mengutip C.S Lewis, theologspiritualist kristen berpengalaman dan mumpuni, secara brilianmengemukakan sedikitnya ada 9 (sembilan) aspek perbedaan antarakerohanian/spiritua litas kristen dan bentuk/model/ gaya2 kerohanian umum-non kristen lainnya, menyangkut:

1. Common ground: tak dipakai atau dipakai, terutama dalam‘arah’ atau ‘direction’ dalam memahami tema“kebersatuan/ kemanunggalan dengan Tuhan” (uniting with God).
2. Entry point: pertobatan sampai perubahan aspek moral ataukebutuhan psikologis semata.
3. Pengalaman spiritual: dengan perantaraan Kristus atau tanpaKristus.
4. Pengalaman spiritual: dengan Tuhan Pencipta/Sang Khalik ataudengan ciptaan/alam.
5. Interpretasi pengalaman spiritual: bisa diverifikasi atautidak, bersifat self authentic semata
6. Realitas yang dialami:secara theistic (God=Tuhan)ataupantheistic (God=alam, alam=gods).
7. Kuasa/powers: kuasa Roh Kudus atau kuasa roh2 yang lain(unholy spirits).
8. Revelasi khusus: bersifat proposisional atau tanpa adakonsep (non-konseptual) .
9. Iman: berdasar keyakinan pribadi (personal trust) atauadanya pemaksaan secara magis (magical compulsion).

Dari 9 (sembilan) hal di atas, dapat dibedakan (‘discerned’) lebih jauh di mana keunikan/ singularitas gaya kerohanian kristen itu ditengah kebinekaan/pluralit as gaya2 kerohanian (spiritualitas) umum yangdijumpai saban hari di sekeliling kita, di tengah masyarakat yangserba-berubah seperti sekarang.

I. Pelbagai Ragam Model Kerohanian (Spiritualitas) Pada UmumnyaOrang2 Indonesia di Tanah Air: Model Kerohanian/Spiritua litas bercorakPantheistic.

Menurut penelusuran penulis, selain model/gaya kerohanian kristen,dijumpai ada cukup banyak model/gaya spiritualitas umum non-kristen dinegeri ini (bercorak pantheistic) , dan sejak dulu banyak dianut dandipraktekkan oleh berbagai kalangan masyarakat, agama, pejabat negara,pebisnis, media dan hiburan, dsb; baik yang bersifat masih sangattradisional maupun lebih modern dan supra modern (perpaduantradisional- modern dan sinkretis, new spirituality/ new age), sebagaiberikut:

a. Model/gaya kerohanian (spiritualitas) kejawen.
Model ‘kepercayaan terhadap Tuhan YME (perspektif ‘Tuhan YME’ secara pantheistic) , yangpaling banyak penganutnya adalah orang2 Jawa, baik di kalangan kratonmaupun pesisir, contoh: gaya kerohanian kejawen pangestu, manunggal inggusti, subud, mbah marijan (juru kunici gunung merapi), dll.

b. Model/gaya kerohanian agama2 tradisi lokal suku2,penghormatan/ penyembahan kepada roh2/sakralitas budaya leluhur (nenekmoyang) dan kepada alam lingkungan.
Model ini sampai saat ini masih tetapbertahan (ada peneliti Korea yang mengatakan ‘corak ini masih tetapberjaya, tak lekang ditelan masa’): dijumpai di hampir seluruh pelosoktanah air, termasuk di tanah batak (tapanuli, contoh: tokoh muda profsitanggang) - tanah karo, bengkulu, tana toraja, banten, cirebon,pelabuhan ratu, madura, bali, sasak, bugis-makassar, mandar, dayak,minahasa, sangihe talaud, gorontalo, maluku, sumba/merapu, timor, sabu,kayser, dan papua (suku asmat, mappi, dani, sawi, paniai, dll).

c. Model/gaya kerohanian (spiritualitas) islami (pengaruharab/timur tengah/ yemen atau yaman/gujarat).
Model ini a.l terdapat pada gaya kerohaniankyai2 nu langitan (kyai Abdullah fakih dari langitan tuban, kyai daripurboyo, tambak beras, dll), penganut sufi, ilmu tasawuf jalaluddin rummi, gaya muhammadiyah, khalwatiyah, ahmadiah dll. Bukan saja spiritualisyang berasal dari mazhab sunni, tapi juga dari mazhab maliki, hambali,syiah, fatimid, islam matrimonial dan kelompok2 dari arab dan keturunanarab/timur tengah/maghribi/ afghan/pakistan seperti kelompok2 wahabbi,ichwanul muslimin, al-kharumain, taliban, pemuja jin (islami), peri/bidadari, sampai ke pada gaya spiritualis islam-liberal,modern-islam; dari gaya spiritualitas islam kraton yogya (mataram islam)sampai gaya spiritualitas kahlil gibran, penulis, sastrawan danfilsuf-budaya modern kelahiran beirut, libanon.

d. Model/gaya spiritualitas etnis tionghoa/cina perantauan.
Model ini banyak dipengaruhi oleh tradisi ritual leluhur nenek moyang mereka dicina daratan, ajaran confusius (kong hu cu), ajaran alam semesta(pantheistic) dari tao, laotze, ajaran feng shui/hong shui, ajaran yin &yang, tai-chi, chi kung, reiki, agama buddha, tibet, tibetan,penyembahan dewa-dewi (kwan im, naga emas/golden dragon, dst), contoha.l.: dr akino azzaro, prof hembing, suhu2 buddha, juru kunci kelenteng,toa pekong, peramal nasib petak sembilan, dll.

e. Model/gaya spiritualitas hindu, baik hinduisme india maupunhindu dharma di bali yang merupakan sinkretisme dari ajaran hinduisme india, buddha(tantrayana, mahayana) dan pemujaan terhadap roh/budaya leluhur dan alamlingkungan.
Model ini berciri a.l. ajaran dewa2 (brahmana, wisnu, rudra/syiwa danbelasan dewa/dewi lainnya , sang hyang widiasa, alam para rohaniawanhindu dharma bali, contoh a.l.: I made gunung, gde prama, dll.

f. Model/gaya spiritualitas ‘kristen/katolik’ pantheistic.
Sejatinya ini bukan kristen, tapi ‘kristen-kristenan’ karenabercorak pantheistic, bukan theistic. Atau ajaran pantheisme yangmengambil wajah/symbol kristen/katolik seperti: tanda salib, patung2Yesus, patung Maria ibu Yesus dan tokoh2 kristen/orang2 suci, doa Bapakami, peletakkan bible/Alkitab, kaki dian, dll. Konsep KetuhananKristen hanya dianggap bagian dari ketuhanan atau tuhan-tuhan (gods)dari seluruh agama dan kepercayaan sebagaimana ada pada model/gayaspiritualitas baru (new spirituality) . Lebih tepat disebut bidahkristen, spiritualisme kristen atau lebih tegas ‘bukan kristen’. Kehadirannya secara umum menawarkan jasa dan solusi ‘pelayananpublik’ untuk tujuan kebaikan, seperti: konseling/konsultas i+peramalan nasib, kesembuhan/kesehata n, keturunan, kekayaan, dll. Contoh,a.l.: scientology kristen (ilmu pengetahuan kristen), paranormal‘kristen’ di beberapa tempat di jakarta, bekasi,surabaya, medan, siantar, manado, kupang, alor, ambon, papua, dll.

g. Model/gaya spiritualitas baru (new spirituality).
Model ini coba mengawinkan/ menggabungkan/ menyatukan antara model2 kerohanian yang adadi seluruh agama (Islam, Kristen, Yahudi, Budha, Hindu) dan kepercayaandi dunia [terutama ajaran2 dunia Timur] termasuk model spiritualismekristen salah satu tentunya, dengan beliefs2 lokal (agama2 suku, tradisilokal, pemujaan/ penghormatan terhadap roh-budaya leluhur) dan disiplin2ilmu sosiologi dan ilmu2 kontemporer yang berkembang di barat. Namun model ini, tetap bercorak pantheistic, di mana model theistic dianggapmereka hanya sebagai bagian dari pantheistic. Model new spirituality ini hampir dikatakan mirip dengan model/gaya“new age movement” (model gerakan zaman baru). Model aliran new age ini lebih bersifat terbuka, tidak mempermasalahkan penganut berasal dari agama dan kepercayaan mana, semua boleh masuk sebagai anggotauntuk memenuhi kebutuhan psikologis (jiwa) mereka:‘kesehatan/kesembuha n/kecantikan’ , ‘kedamaian/ ketentramanhati’, ‘keharmonisan keluarga’, ‘kewibawaan’,‘karir/pekerjaan’ , ‘keturunan’, ‘kekayaan’, dst.

Model ini menawarkan jasa dan solusi ‘pelayanan publik’ untuk rupa2 tujuan‘kebaikan’ seperti hal-hal di atas: konseling/konsultas i +peramalan(nasib, kesehatan, jodoh, keluarga, keturunan, karir), opsi2 penyembuhan& hidup sehat, opsi2 perlindungan/ keselamatan diri/tolak bala, opsi2peningkatan ‘harkat dan martabat’ duniawi, musik+ nyanyian2 (newage music: kitaro, santana, dll) , dll melalui realitas2 yang dialamisecara pantheistic, bukan sejatinya theistic; di mana secara verbalseringdikatakan/diklaim/ dimanipulasi yang pantheistic sebagai theistic atau‘yang berasal dari atas’ atau ‘dari yang di atas’.

h. Model/gaya spiritualitas occultisme (kuasa2 kegelapan), baik "white magic" maupun "black magic".
Model ini meliputi baikyang menganut hanya ‘aliran putih’/’kebaikan’ (white magic) saja, atau menganut ‘aliran hitam’/’kejahatan’ (black magic)saja, atau percaya kepada kedua2nya sekaligus: white magic & blackmagic, seperti halnya pada model2 spiritualitas kuno (ancientspirituality, traditional spirituality) dari jaman Persia Kuno(Zoroasterisme) , Mesir Kuno dan Babilonia Kuno, Afrika kuno, Inggriskuno, Eropa kuno atau tergolong ke dalam model/gaya spiritualitas baru(new spirituality) di atas.

Jika ‘aliran putih’ (white magic) menawarkan jasa pelayanan untuk tujuan kebaikan seperti halnya dalamragam model/gaya spiritualitas pantheistic di atas lainnya, sepertiuntuk maksud: opsi2 pengobatan (pengobatan alternatif), kesehatan(senam yoga, hipnotisme, proyeksi astral, aroma therapy, crystaltherapy), jenis2 musik tertentu (trash metal, heavy metal), kependekaran ilmu bela diri (jijutsu, brazilllian jijutsu, judo,karate, silat shaolin, pencak silat: merpati putih, bangau putih,perisai diri, ilmu setrum di Pati Jateng) dan hiburan/entertainme nt(film Harry Porter, hipnotism show, spiritual magical illusions alaHoudini, David Coperfield dll). Maka, untuk ‘aliran hitamnya’(black magic) menawarkan jasa2 untuk maksud kejahatan kriminalitas,seperti: santet, guna-guna, pelet, sihir, dll seperti halnya melaluiilmu voodoo dari Afrika, Haiti, vampire, dracula, leak Bali, begu-ganjang di Tapanuli, gondoruwo, kolor-ijo, dll.

(Bersambung)

Salam,
Hans Midas Simanjuntak (HMS) :)

No comments:

Post a Comment