Sunday, October 21, 2007

Follow Up pemulihan Bengkulu pasca Gempa masih sangat diperlukan

"Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah" (Ibrani 13:16).

"Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus. Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem" (Roma 15: 25-26).

"Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea" (Kisah 11: 29).


Sejak terjadinya gempa 7.9SR di Bengkulu dan wilayah lainnya dan masyarakat korban khususnya di Bengkulu dan Bengkulu Utara masih dirasa sangat dibutuhkan.

Setelah fase tanggap darurat dan disaster rescue lewat, kini upaya-upaya pemulihan (recovery) bagi jemaat dibutuhkan jemaat dan masyarakat di Bengkulu, seperti di daerah Lais dan Bengkulu Utara, berupa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah dan fasilitas-fasilitas umum/sosial yang rusak bahkan rusak berat. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah upaya recovery sosial-ekonomi bagi keluarga korban dan komunitas yang sempat porak-poranda.

Kegiatan yang segera harus dilaksanakan adalah:
- Perbaikan rumah-rumah yang roboh, rusak berat.
- Perbaikan balai-balai (pertemuan) desa.
- Kegiatan kelompok-kelompok jemaat khususnya jemaat Gekkesia, Katolik, dll perlu diaktifkan kembali seperti sedia kala.
- Pelayanan-pelayanan konseling, doa dan "trauma-healing" bagi korban.
- Reaktivasi kelompok-kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sempat hancur dan terhenti, perlu dilakukan.

Untuk yang terakhir ini, sangat diperlukan penguatan peran Yayasan Duta Bhakti Makmur (YDBM)pimpinan Bro W Supardi dalam pembinaan Pdt M Cukra, untuk membangkitkan kembali semangat hidup dan aktivitas sosial-ekonomi jemaat dan masyarakat Bengkulu Bengkulu Utara) pasca gempa. Sinergi pelayanan pemulihan sangat diperlukan dengan berbagai pihak, agar "berat sama dipikul, ringan sama dijinjing".

Daerah pesisir pantai Bengkulu yang terdiri dari para nelayan, perlu ditolong untuk memulihkan kehidupan mereka. Pemerintah, gereja setempat (Gekkesia, Katolik, dll), organisasi Kristen, LSM, koperasi dan swasta (seperti Bank Perkreditan Rakyat)dsb perlu bahu-membahu agar penderitaan jemaat dan rakyat Bengkulu dapat diringankan.

Postingan 13 Sept 2007:

Dear saudara2 dalam kasih Kristus,

Gempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter, Rabu (12-9), pukul 18.10, kembali mengguncang Bengkulu dan sekitarnya. Getaran kuat yang berpotensi tsunami terasa hingga ke Padang, Jambi, Pekanbaru, Lampung, dan Jakarta. Bahkan Singapura, Malaysia, Thailand dan Srilanka. Meski kemudian pengumuman BMG sudah dicabut tentang tidak jadinya tsunami, namun puluhan bahkan ratusan rumah rusak, roboh dan luluh lantak. Pagi ini (13-9) gempa susulan terjadi lagi dengan skala 7.7 SR yang menghempas bukan saja Bengkulu, tapi juga Padang dan Painan (Sumbar bagian selatan).
Sekali lagi menyusul skala 6.7 SR di Sungai Penoh Jambi. Sore ini (13-9) terjadi lagi gempa namun bukan di Sumatera, tapi di Sulawesi Utara.

Mari kita doakan mereka dengan sungguh2, agar korban dapat tertangani, terevakuasi dengan cepat dan terselematkan. Jika anda dan saya tergerak, dapat membantu dengan obat2an, selimut, mie instant, tenda, dsb. JIka anda tergerak, bisa forward email ini ke yang lain.

Berikut sms yang saya terima tadi malam dari Bro Supardi di Bengkulu, sobat perjuangan dan perwakilan sesama pelayanan paguyuban kristen BAKTI NUSA yang ada di Bengkulu tepatnya Bengkulu Utara, yang sangat dekat dengan pusat gempa (90-100 km). Bro. Supardi juga aktivis jemaat kristen kristiani di Argamakmur Bengkulu Utara Prop Bengkulu.

Begini bunyi sms nya tadi malam jam 19:15 kepada saya: (12/9): "Maaf Pak Hans, baru balas. Sulit dihubungi, komunikasi sulit sekali. Kami semua tidur di luar sekarang. Gempa2 susulan terus saja terjadi sejak jam 18:15 tadi yang 7.9 SR. Rumah2 kami mulai terus retak2, tetangga2, hampir semua deh. Pusat gempa sangat dekat dengan kami. Getaran terus tiap 10 menit. Listrik semua padam Pak. Bikin suasana sangat mencekam. Dukung kami, doakan kami Pak".

Sms berikutnya jam 24:10: "Maaf Pak HMS, saya dan tim ngga bisa masuk kantor, pada rusak nih. Semua anggota tim masing2 sibuk dengan urusan masing2. Kami sedang usahakan posko efektif"

Sms berikutnya jam 10:23 (13-9): "Tadi saya liat korban lagi. Seorang ketimpa pohon dan bangunan yang roboh seketika akibat gempa. Puluhan bahkan ratusan rumah bangunan2 pada rusak Pak. Korban tewas dan luka berat ringan saya dapat infonya sudah puluhan, yang lain masih dicari. Mulai dari yang ringan sampe rusak berat. Rumah saya dan anggota tim saya juga pada rusak nih. Anak saya juga yang kecil, sebentar2 nangis nih. Ngga mau saya tinggal. Mungkin sekali dia trauma meliat kejadian ini".

Rekan milist, saudara seiman Shirley di Padang sampai hari ini masih saya kontak. Padang juga tingkat kerusakannya sejak hari ini cukup luar biasa. Kita doakan agar Tuhan melindungi umat Tuhan, seluruh anak bangsa yang ada di sana.

Jika anda ingin informasi lebih jauh, dan mengupayakan bantuan, silakan hubungi:

Bro Supardi/Bro. Jonathan Cukra,
BAKTI NUSA - DBM BENGKULU.
Hp1. +62 813 67637660
Hp2. +62 813 673 53907
Pos1: Jalan Diponegoro BP 7, Bengkulu.
Pos2: Jalan Ir. Soekarno No. 12, Rama Agung Arga Makmur Bengkulu Utara, Bengkulu.
Tel-1: +62 737 521 172
Tel-2: +62 737 521 231
Tel-3: +62 737 522 361
Rek.Ac. Bank Mandiri (OL): No. 120-00-0114872-0 [M. Nusa Persada]

Salam kemanusiaan dlm Kristus,
Hans Midas Simanjuntak

Bengkulu News (12 Sept 2007)

Gempa Hebat Landa Sumatera:Bengkulu-Mentawai Luluh Lantak

BENGKULU (Lampost): Gempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter, Rabu (12-9), pukul 18.10, mengguncang Bengkulu dan sekitarnya. Getaran kuat yang berpotensi tsunami terasa hingga ke Padang, Jambi, Pekanbaru, Lampung, dan Jakarta.

Badan Meteorologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi berpusat di 159 km barat daya Bengkulu, tepatnya di titik 4,67 derajat lintang selatan--101,13 derajat bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Ribuan warga Bengkulu yang berdomisili di tepi pantai berhamburan keluar rumah dan berebut ke lokasi lebih tinggi untuk berlindung. Aliran listrik langsung padam.
Sejumlah ruas jalan di Kota Bengkulu retak-retak. Teriakan histeris masyarakat bercampur tangis perempuan dan anak-anak mewarnai gerak mereka ke kantor gubernur yang letaknya lebih tinggi. Sampai tadi malam, 2.000--3.000 warga mengungsi ke luar Kota Bengkulu.
Di Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu, setidaknya empat gedung berlantai III luluh lantak, puluhan rumah rusak berat, dan ratusan rumah penduduk lain mengalami kerusakan.
Kepala Perwakilan Operator Seluler XL di Bengkulu, Dino, mengatakan saat kejadian orang saling berebut keluar dan berkendara dengan kecepatan tinggi. "Ada beberapa kecelakaan cukup parah di depan kantor saya," kata Dino saat dihubungi tadi malam.
Sementara itu, di Kepulauan Mentawai, Sumbar, masjid, gereja, dan kantor pos roboh. Warga menyelamatkan diri ke tempat-tempat tinggi karena khawatir tsunami.
Gempa kali ini mengakibatkan tujuh orang meninggal dan 17 luka-luka. Jumlah korban diperkirakan masih bertambah. "Di Pantai Panjang, Bengkulu, enam meninggal dan satu lagi meninggal di SMA Carolus, Lingkar Panjang," ujar Staf Pendataan Tanggap Darurat Departemen Sosial Felix Valentino, kemarin.
Tujuh tahun silam, tepatnya tanggal 4 Juni 2000, Bengkulu diguncang gempa tektonik berkekuatan 7,3 SR. Gempa tersebut menewaskan 88 orang, 959 luka-luka, dan 2.207 luka ringan.
Kepala BMG Sri Woro Harijono mengingatkan gempa Bengkulu berpotensi menimbulkan tsunami. "Gempa berpotensi tsunami karena semua persyaratan terpenuhi," kata Sri Woro.
Persyaratan terjadinya tsunami terpenuhi karena besar gempa lebih dari 6,3 SR dan posisi gempa di laut berkedalaman 10 km (laut dangkal). Namun, Deputi Sistem Data dan Informasi BMG Pusat Prih Harjadi, menyatakan peringatan bahaya tsunami resmi dicabut pukul 20.00.
Di Padang, Sumatera Barat, lampu di jalan-jalan utama dipadamkan. Penduduk yang tinggal 20 meter dari bibir pantai membawa tas untuk mengungsi ke tempat lebih tinggi. Sementara itu, warga Pekanbaru, Riau, juga tidak kalah paniknya dan berhamburan lari keluar rumah.
Gempa yang berlangsung 15 menit itu mengakibatkan sejumlah tiang listrik bergoyang. Khusus warga Kota Jambi, gempa merupakan sebuah peristiwa langka. Karena guncangannya terasa cukup kuat, gempa membuat sebagian besar warga Jambi berhamburan keluar rumah.
Guncangan gempa cukup keras ini dirasakan pula oleh warga Jakarta, khususnya yang berada di gedung-gedung bertingkat. Warga yang berada di gedung bertingkat seperti di lantai 20 sempat merasakan pusing.(ANS/W)

No comments:

Post a Comment